Rabu, 28 Oktober 2026
12:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Maung Maung

Bagikan:
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah Maung Maung.
Untuk kegunaan lain terkait orang dengan nama Maung Maung, lihat Maung Maung (disambiguasi).
Maung Maung
မောင်မောင်
ke-7 Presiden Burma
Masa jabatan
19 Agustus 1988 –18 September 1988
PendahuluAye Ko (sebagai Pelaksana Tugas Presiden)
PenggantiSaw Maung (sebagai Ketua Dewan Pemulihan Hukum dan Ketertiban Negara)
Ketua Partai Program Sosialis Burma
Masa jabatan
19 Agustus 1988 –18 September 1988
PendahuluSein Lwin
PenggantiJabatan dihapuskan
Informasi pribadi
Lahir(1925-01-31)31 Januari 1925
Meninggal2 Juli 1994(1994-07-02) (umur 69)
Partai politikPartai Program Sosialis Burma
Suami/istriKhin Myint
HubunganU Sint (ayah)
Daw Aye Tin (ibu)
Anak7, termasuk
Yin Yin Oo
AlmamaterUniversitas Yale (JSD, 1962)
Universitas Utrecht (LLD, 1956)
Universitas London (LLB, 1953)
Universitas Yangon (BA, 1946)
PekerjaanSejarawan, jurnalis, pengacara, politikus, profesor, penulis

Maung Maung (Burma: မောင်မောင်; 31 Januari 1925 – 2 Juli 1994), yang lebih dikenal sebagai Dr. Maung Maung, adalah seorang penulis dan pakar hukum ternama di Myanmar, yang menjabat sebagai Presiden Burma ketujuh dari 19 Agustus 1988 hingga 18 September 1988.

Kehidupan Awal dan Karier

Maung Maung lahir pada 31 Januari 1925 di Mandalay, Burma Britania. Ia adalah putra tunggal dari tujuh bersaudara dari pasangan pengacara U Sint dan istrinya Daw Aye Tin. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di Buddhist Thathana (BTN) Anglo-Vernacular School pada usia 14 tahun. Ia sempat mengambil program sains selama dua tahun di Mandalay Intermediate College dan menyelesaikannya pada 1943. Selama periode ini, ia bergabung dengan Korps Cadangan Angkatan Darat Inggris. Pada 1943, ia bergabung dengan Tentara Pertahanan Burma (BDA) dan kemudian bergabung dengan Gerakan Perlawanan melawan Jepang pada tahun 1945. Di titik inilah, Maung memulai karier jurnalistiknya sebagai koresponden bahasa Inggris untuk Rangoon Review.

Pada 1946, ia menerima gelar Sarjana Sastra (BA) dalam bahasa Inggris dari Universitas Yangon. Karena kekurangan staf, ia sempat menjadi dosen di departemen sejarah dan bahasa Inggris di universitas tersebut. Tak lama kemudian, ia ditunjuk menjadi editor untuk New Times of Burma, sebuah surat kabar harian berbahasa Inggris yang diterbitkan oleh Kementerian Informasi. Selama bertugas di sana, ia ditugaskan untuk menerjemahkan draf pertama Deklarasi Kemerdekaan Burma ke dalam bahasa Inggris.

Pada tahun 1950, ia menerima beasiswa negara untuk belajar di Britania Raya. Ia memperoleh gelar Sarjana Hukum (LLB) dari Universitas London pada 1953. Selama di London, ia juga bergabung dengan Lincoln's Inn dan mengikuti pelatihan jurnalisme di BBC. Ia juga menerima beasiswa untuk mempelajari hukum internasional di Akademi Hukum Internasional Den Haag di Belanda.

Setelah kembali ke Yangon pada 1953, ia bekerja di kantor Jaksa Agung Myanmar. Secara bersamaan, ia mendirikan The Guardian, sebuah majalah bulanan berbahasa Inggris di Burma. Pada tahun 1956, ia kembali ke Belanda untuk menerima gelar Doktor Hukum (LLD) dari Universitas Utrecht.

Pada tahun 1960, Maung dan keluarganya pindah sementara ke Amerika Serikat, di mana ia menjadi Dosen Tamu dalam Ilmu Politik dan Studi Asia Tenggara di Universitas Yale.[1] Ia memperoleh gelar Doktor Ilmu Yuridis (JSD) dari Yale pada 11 Juni 1962. Meskipun mendapat tawaran pekerjaan di Amerika dan dari Sekretaris Jenderal PBB U Thant, ia memutuskan kembali ke Burma pada Juli 1962, tak lama setelah kudeta militer Ne Win.

Jabatan Politik

Maung Maung menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung dan menjadi bagian dari delegasi Burma untuk Sesi ke-14 Majelis Umum PBB di bawah pemerintahan penjaga Ne Win (1958–1960). Saat menjabat kembali di bawah junta militer Ne Win, ia menjadi Ketua Mahkamah Agung dan, meskipun seorang warga sipil, merupakan anggota terkemuka dari komite pusat Partai Program Sosialis Burma (BSPP). Ia memainkan peran besar dalam menyusun Konstitusi Burma 1974 dan perubahan sistem peradilan.

Pada 19 Agustus 1988, di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran, Majelis Rakyat Burma mendeklarasikan Maung Maung sebagai Presiden Burma dan Ketua BSPP.[2] Namun, demonstrasi anti-pemerintah terus berlanjut hingga mengakibatkan kudeta militer lainnya yang dipimpin oleh Jenderal Saw Maung pada 18 September 1988. Setelah menjabat selama tiga puluh hari sebagai presiden, Maung Maung menarik diri dari kehidupan publik.

Publikasi

Beberapa karya terkenal Maung Maung antara lain:

  1. London Diary (1958)
  2. The Forgotten Army (1946)
  3. Burma in the Family of Nations (1956)
  4. General Ne Win and Myanmar Politics (1969 — Pemenang National Literary Award)
  5. The 1988 Uprising in Burma

Keluarga

Maung meninggal karena serangan jantung di Yangon, Myanmar pada 2 Juli 1994, di usia 69 tahun. Ia memiliki tujuh anak dari istrinya, Daw Khin Myint. Salah satu putranya, Brigadir Jenderal (Purn.) U Kyaw Thu, pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Salah satu putrinya, Daw Yin Yin Oo, menjadi anggota dewan penasihat Dewan Administrasi Negara setelah Kudeta Myanmar 2021.

Referensi

  1. ↑ Maung, Maung; Robert H. Taylor (2008). Robert H. Taylor (ed.). Dr. Maung Maung: gentleman, scholar, patriot. Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 978-981-230-409-4.
  2. ↑ Mydans, Seth (20 Agustus 1988). "Man in the News: U Maung Maung; Widely Traveled Leader for Rangoon". The New York Times.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Aye Ko
(Pelaksana Tugas)
Presiden Burma
19 Agustus 1988 – 18 September 1988
Diteruskan oleh:
Saw Maung
Ketua Dewan Pemulihan Hukum dan Ketertiban Negara
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Sein Lwin
Ketua Partai Program Sosialis Burma
19 Agustus 1988 – 18 September 1988
Diteruskan oleh:
Jabatan dihapuskan

Templat:Kepala Negara Burma (Myanmar) Templat:Perdana Menteri Burma (Myanmar)

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan