Senin, 02 November 2026
07:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sebastião Gomes

Sebastião Gomes

Bagikan:
Nama ini menggunakan cara penamaan Portugis. Nama keluarga pertama atau maternalnya adalah Rangeldan nama keluarga kedua atau paternalnya adalah Gomes.
250px-2016-11-28_Sebastiao_Gomes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Sebastião Gomes (2016) sebagai tanda penghormatan dan pintu gerbang kemerdekaan bagi Timor Leste.

Sebastião Rangel Gomes[1] (5 September 1973 – 28 Oktober 1991)[2] adalah seorang pemuda berusia 18 tahun asal Timor Timur yang tewas ditembak mati oleh intelijen Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) di Gereja Motael, Dili.[3][4]

Prosesi misa Gomes dilakukan di gereja yang sama saat ia meregang nyawa, diikuti oleh berbagai kalangan pada tanggal 12 November 1991, dua minggu setelah pemakamannya bertepatan dengan bulan arwah dalam kalender liturgi, umat Katolik biasanya berziarah ke makam mendoakan mereka yang meninggal.[3]

Iring-iringan masa yang keluar gereja menuju Pemakaman Santa Cruz, Kota Dili, Propinsi Timor Timur dibubarkan dengan kekerasan oleh pasukan keamanan Indonesia. Sedikitnya 271 orang tewas, akibat dari rentetan tembakan secara terbuka kepada masa yang tunggang langgang lari menyelamatkan diri.[1][3] Proses pembantaian ini secara tidak langsung terekam oleh jurnalis Allan Nairn dan Amy Goodman yang ketika itu sedang meliput proses misa Gomes.

Rekaman pembantaian ini kemudian tersebar luas dan menjadi perhatian internasional, kelak dikenal sebagai pembantaian Santa Cruz, pintu gerbang kemerdekaan bagi Timor Timur.[5] Amerika Serikat dan Australia menarik dukungannya sebagai penyandang dana dan persenjataan bagi Indonesia di provinsi ke-27 tersebut.[6] Saat YouTube diluncurkan pada 2005, rekaman pembantaian ini telah diupload dan dapat disaksikan hingga kini, dimulai dari iring-iringan masa hingga mayat-mayat yang bergelimpangan di pemakaman Santa Cruz, sesaat setelah penembakan secara terbuka.

Referensi

  1. 1 2 TAPOL: The killing fields of Timor-Leste, Desember 1991, diakses 12 November 2016.
  2. ↑ Epitaph
  3. 1 2 3 "Peluru Masih Bersarang di Pinggang". Tribunpontianak.co.id. Diakses tanggal 2023-09-17.
  4. ↑ "Tembakan Dilepaskan, Sebagian Pendemo Roboh dan Lainnya Lari Tunggang Langgang, Begini Mencekamnya Peristiwa Santa Cruz 1991 Timor Leste - Semua Halaman - Intisari". intisari.grid.id. Diakses tanggal 2023-09-17.
  5. ↑ "Pemakaman Santa Cruz di Ibu Kota Timor Leste, Salah Satu Landmark Negara Muda Ini, Tempat Terjadi Peristiwa Berdarah di Akhir Pemerintahan Indonesia - Semua Halaman - Intisari". intisari.grid.id. Diakses tanggal 2023-09-17.
  6. ↑ Davidson, Helen (2019-08-28). "US knew Indonesia intended to stop East Timorese independence 'through terror and violence'". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2023-09-17.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan