Senin, 02 November 2026
16:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Gereja Motael

Gereja Motael

Bagikan:
250px-Motael_Church%2C_Dili%2C_East_Timor_%28312012049%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gereja Santo António de Motael, Dili

Gereja Santo António de Motael adalah gereja Katolik Roma tertua di Timor Timur. Gereja ini dibangun kembali pada tahun 1955 dengan bangunan bergaya Portugis.[1]

Gereja ini juga merupakan proto-katedral di Keuskupan Agung Dili mengingat pada tahun 1989, Katedral Dili sudah selesai dibangun.[2]

Gereja memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan. Pada 28 oktober 1991, tentara Indonesia menempatkan sekelompok anggota perlawanan di Gereja Motael. Konfrontasi terjadi antara aktivis pro-integrasi dan orang-orang yang berada di gereja yang menyebabkan 2 orang tewas.[3]

Dalam misa seremonial yang diadakan di Gereja pada tahun 2010 untuk memperingati pembantaian Santa Cruz pada tanggal 12 November, Uskup Keuskupan Dili, Alberto Ricardo da Silva, meminta Pemerintah Timor Lorosa'e untuk membebaskan rakyat mereka dari kemiskinan.

Pada tahun 1991 pastor Domingos da Cunha menjadi pastor paroki.[4]

Referensi

  1. ↑ Cocks, R. Timor-Leste. Lonely Planet 2011. p. 43.
  2. ↑ Kohen, A. S. From the Place of the Dead. Lion Publishing plc, 1999.
  3. ↑ Pinto, Constancio. East Timor's Unfinished Struggle: Inside the Timorese Resistance. Boston: South End Press 1997.
  4. ↑ Gusmão, K. S. A woman of independence. Pan 2003. p. 277.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gereja Motael.
Timor Leste

Artikel bertopik Timor Leste ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan