Minggu, 18 Oktober 2026
08:53 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Saus XO

Saus XO

Bagikan:
Saus XO
250px-Rice_with_XO_sauce.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nasi yang ditaburi dengan saus XO
JenisBumbu penyedap
Tempat asalHong Kong
Bahan utamaKapis kering, cabai, ham Jinhua, udang kering, bawang putih, minyak kanola
Saus XO
Hanzi tradisional: XO醬
Hanzi sederhana: XO酱
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: XO jiàng
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: XO jeung
- Jyutping: XO zoeng3
250px-XO_sauce.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Saus XO produksi Lee Kum Kee

Saus XO (Hanzi tradisional: XO 醬; Hanzi sederhana: XO 酱; Pinyin: XO jiàng) adalah saus penyedap masakan untuk masakan Kantonis yang diciptakan di Hong Kong sekitar tahun 1980-an. Saus ini antara lain dibuat dari kapis kering, ikan kering, udang kering, dan ham (ham Jinhua) yang dirajang halus, dan dimasak dengan minyak goreng serta bumbu bawang putih, bawang bombay, jahe, dan cabai.

Pada awalnya, resep saus XO merupakan rahasia dapur rumah makan hidangan laut di Hong Kong, namun sekarang tersedia dalam kemasan botol. Resep dan cara pembuatan saus XO sering dirahasiakan. Rumah makan di Hong Kong sering menjual saus XO hasil racikan sendiri dalam kemasan botol. Saus ini dipakai sebagai penyedap untuk berbagai jenis masakan tumis, mi, bubur, dim sum. Selain itu, saus XO juga dihidangkan di piring kecil sebagai teman minum, sebagai hidangan pembuka, atau sebagai penyedap makanan lain seperti halnya sambal.

Sejarah

Pada tahun 1980-an, juru masak di Hong Kong sering memasukkan unsur-unsur masakan Barat. Menurut artikel New York Times, rumah makan spesialis hidangan sirip ikan hiu, Sun Tung Lok yang dikelola keluarga Yuen sebagai pembuat saus XO yang pertama. Setelah itu, rumah makan hidangan laut di Kowloon bernama Fook Lam Moon mengikutinya. Mereka mulai membotolkan dan menjual saus racikan dapur restoran. Kisah lain mengatakan rumah makan hidangan laut East Ocean dan Tsui Hang Village sebagai pencipta saus XO.[1]

Nama saus XO diambil dari minuman konyak jenis X.O. (extra old). Konyak X.O. populer di Hong Kong, dan merupakan barang mewah bagi penduduk Hong Kong. Istilah "XO" lalu sering digunakan di Hong Kong untuk menunjukkan produk berkualitas baik. Saus ini menggunakan nama XO agar terkesan mewah, dan kemasannya juga banyak meniru kemasan konyak XO. Di antara produsen saus XO yang terkenal adalah Lee Kum Kee yang mulai menjual saus XO sejak tahun 1992.[2]

Referensi

  1. ↑ Grimes, William (16 Agustus 2000). "Critics Notebook; The Case of the Elusive XO". New York Times. Diakses tanggal 2 Desember.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |accessyear= diabaikan (|access-date= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. ↑ Farhoomand, Ali F. (2005). Small Business Management and Entrepreneurship in Hong Kong: A Casebook. Hong Kong University Press. ISBN ISBN962-209-758-8.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: karakter tidak valid; line feed karakter dalam |publisher= pada posisi 21

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan