Rabu, 21 Oktober 2026
06:12 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Saturnus LX

Bagikan:
Saturnus LX
Penemuan[1]
Ditemukan olehSheppard et al.
Tanggal penemuan2019
Penamaan
S/2004 S 29
S2428b[2]
Ciri-ciri orbit [2]
17.470.700 km
Eksentrisitas0,472
−858,77 hari
Inklinasi44,43°
Satelit dariSaturnus
Ciri-ciri fisik
Diameter rata-rata
4+50%
−30%
 km
24,9

Saturnus LX, penamaan sementara S/2004 S 29, adalah satelit alami planet Saturnus dan anggota kelompok Inuit. Penemuannya diumumkan oleh Scott S. Sheppard, David C. Jewitt, dan Jan Kleyna pada tanggal 7 Oktober 2019 dari pengamatan yang dilakukan antara tanggal 12 Desember 2004 dan 22 Maret 2007.[3] Satelit ini diberikan penamaan permanen pada Agustus 2021.[4]

Saturnus LX memiliki diameter sekitar 4 kilometer, dan mengorbit Saturnus dari jarak rata-rata 16.981 Gm selama 826,44 hari, pada inklinasi 45,1° ke ekliptika, dengan eksentrisitas 0,440.[3]

Referensi

  1. ↑ "Planetary Satellite Discovery Circumstances". JPL. Diakses tanggal 31 Juli 2020.
  2. 1 2 "Scott S. Sheppard, Moons of Saturn". CargenieScience. 2019. Diakses tanggal 31 Juli 2020.
  3. 1 2 "MPEC 2019-T136 : S/2004 S 29". minorplanetcenter.net. Diakses tanggal 31 Juli 2020.
  4. ↑ "M.P.C. 133821" (PDF). Minor Planet Center. International Astronomical Union. 10 Agustus 2021. Diakses tanggal 21 Agustus 2021.
Diurutkan berdasarkan jarak yang paling dekat dari Saturnus
Penggembala cincin
Ko-orbit
Cincin G
Alkyonides
Satelit besar bagian dalam
(dengan troya)
Satelit besar bagian luar
Kelompok Inuit (8)
Kelompok Norse (46)
Kelompok Gallic (4)
Satelit bagian luar prograde
Geografi
Citra Saturnus oleh NASA
Satelit alami
Astronomi
Penjelajahan
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan