Selasa, 22 September 2026
13:21 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Enseladus

Enseladus

satelit alami Saturnus

Enseladus
250px-Enceladus_from_Voyager.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
larger version
Penemuan
Ditemukan oleh William Herschel
Ditemukan pada 28 Agustus, 1789
Karakteristik Orbit
Setengah sumbu besar 237,948 km
Eksentrisitas 0.0045 [1]
Periode orbit 1.370218 d [1]
Inklinasi 0.019° (to Saturn's equator)
Satelit dari Saturnus
Karakteristik fisik
Diameter rata-rata 504.2 km (513×503×497 km) [2]
Massa 1.08×1020 kg [3]
Kerapatan rata-rata 1.61 g/cm3
Gravitasi permukaan 0.113 m/s2 (0.0115 g)
Kecepatan lepas 0.241 km/s (866 km/h)
Periode rotasi sinkron
Kemiringan sumbu zero
Albedo 0.99±0.06 [4]
Suhu permukaan
minmeanmax
32.9 K 75 K 145 K
Karakterisitik atmosfer
Tekanan trace, significant spatial

variability [5]

Uap air 65% [6]
Hidrogen 20% [6]
Lainnya CO2, CO, N2[6]

Enseladus[7] (bahasa Inggris:Enceladus, pengucapan bahasa Inggris: /ɛnˈsɛlədəs/[8]) adalah satelit alami terbesar keenam planet Saturnus. Satelit ini memiliki diameter sekitar 500 kilometer, yaitu sekitar sepersepuluh dari diameter satelit terbesar Saturnus, Titan. Enseladus sebagian besar diselimuti oleh es segar dan bersih, sehingga satelit ini merupakan salah satu benda langit paling reflektif di Tata Surya. Oleh sebab itu, suhu permukaannya pada siang hari hanya mencapai −198 °C (−324 °F), jauh lebih dingin daripada benda yang dapat menyerap cahaya. Meskipun berukuran kecil, Enseladus memiliki rangkaian ketampakan permukaan yang luas, dimulai dari wilayah yang penuh akan kawah tua sampai terrain muda yang terdeformasi secara tektonik.

Enseladus ditemukan pada tanggal 28 Agustus 1789 oleh William Herschel, tetapi tidak banyak yang diketahui mengenai satelit ini hingga dua wahana antariksa Voyager, yakni Voyager 1 dan Voyager 2 melakukan penerbangan lintas di dekat satelit ini pada awal tahun 1980-an. Pada tahun 2005, wahana antariksa Cassini mulai melakukan beberapa penerbangan lintas di Enseladus, yang berhasil mengungkapkan permukaan dan lingkungannya secara lebih rinci. Selain itu, Cassini menemukan plume (semburan) yang keluar dari wilayah kutub selatan. Kriovolkano yang berada di dekat kutub selatan menyemburkan pancaran seperti geyser yang mengandung uap air, hidrogen molekuler, bahan volatil lainnya, dan bahan padat, termasuk kristal sodium klorida dan partikel es, ke ruang angkasa sebanyak 200 kg per detik. Lebih dari 100 geyser berhasil diidentifikasi. Sebagian uap air jatuh kembali menjadi "salju"; sisanya lolos, dan memasok sebagian besar bahan untuk membentuk cincin E Saturnus. Menurut ilmuwan NASA, plume tersebut memiliki komposisi yang mirip dengan komet. Pada tahun 2014, NASA melaporkan bahwa Cassini telah menemukan bukti keberadaan samudra besar di bawah permukaan kutub selatan Enseladus dengan ketebalan sekitar 10 km.

Nama

Nama Enseladus diambil dari "Enkelados", seorang raksasa pada mitologi Yunani yang dikalahkan oleh Dewi Athena.[9]

Penemuan

250px-William_Herschel01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
William Herschel, penemu Enceladus

Enceladus ditemukan oleh William Herschel pada August 28, 1789, ketika menggunakan teleskop baru 12 m (470 in) 40-foot telescope, dulu terbesar di dunia, di Observatory House di Slough, England.[10][11] Magnitudo samar apparent magnitude (HV = +11.7) dan proximity dari yang lebih terang Saturnus dan cincin Saturnus membuat Enceladus sulit dilihat dari Bumi debgan teleskop kecil. Seperti satelit Saturnus yang ditemukan sebelum Space Age, Enceladus dipantau saat ekuinoks, ketika Bumi di antara ring plane. Saat itu, silau dari cincin saturnus redup sehingga mudah diobservasi.[12] Sebelum Program Voyager, pemantauan berkembang sedikit dari titik yang diobservasi Herschel. Hanya observasi orbital yang diketahui dengan estimasi dari massa, kepadatan and albedo.

Referensi

  1. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2005-03-09. Diakses tanggal 2006-03-13.
  2. 1[pranala nonaktif permanen]
  3. [pranala nonaktif permanen]
  4. 1 2 3 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-01-03. Diakses tanggal 2006-03-13.
  5. "Enseladus". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  6. http://planetarynames.wr.usgs.gov/Page/Planets
  7. Herschel, W. (1795). "Description of a Forty-feet Reflecting Telescope". Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 85: 347–409. Bibcode:1795RSPT...85..347H. doi:10.1098/rstl.1795.0021. S2CID 186212450. (reported by Arago, M. (1871). "Herschel". Annual Report of the Board of Regents of the Smithsonian Institution. hlm. 198–223. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 13, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link))
  8. Frommert, H.; Kronberg, C. "William Herschel (1738–1822)". The Messier Catalog. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 19, 2013. Diakses tanggal Maret 11, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Redd, Nola Taylor (April 5, 2013). "Enceladus: Saturn's Tiny, Shiny Moon". Space.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 24, 2018. Diakses tanggal April 27, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Informasi umum

Gambar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan