Kamis, 08 Oktober 2026
11:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Satelit Satria

Satelit Satria

satelit komunikasi

Bagikan:
Satria
Jenis misiSatelit komunikasi
Durasi misi15 tahun (rencana) [1]
Properti wahana
BusSpacebus-Neo [1][2]
ProdusenThales Alenia Space [2]
Awal misi
Tanggal luncurJuni 2023 [1]
Parameter orbit
Sistem rujukanGeosentris
Sistem orbitGeostasioner
Bujur orbit146° East [2]
Transponder
PitaKa band [2]
KapasitasSatelit High Throughput
 
250px-Satelit_Satria_1_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Satelit SATRIA (Satelit Republik Indonesia) adalah Satelit Multifungsi (SMF) yang dirancang khusus untuk sambungan Internet.[3] Satelit ini dibuat oleh perusahaan Perancis, Thales Alenia Space [4] dan diluncurkan oleh roket SpaceX Falcon 9 menuju target orbit 146 Bujur Timur yang berada di atas langit Papua pada Senin, 19 Juni 2023 pukul 5.21 WIB. SATRIA ditargetkan akan menempati orbit pada bulan November 2023 dan beroperasi penuh mulai Januari 2024.

SATRIA ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan Internet publik melalui pemerataan ketersambungan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) dan perbatasan. Melalui proyek ini diharapkan seluruh layanan pendidikan, fasilitas kesehatan, administrasi pertahanan dan keamanan, serta pemerintahan daerah di seluruh wilayah Indonesia dapat tersambung dengan Internet.

SATRIA Berkapasitas 150 Gbps dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) frekuensi Ka-Band, dan mencapai hampir 150 ribu titik layanan publik di seluruh wilayah Indonesia. Satelit ini diproyeksikan akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan daerah, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik.[5]

Penjelasan Proyek

Pada April 2019, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) mengumumkan konsorsium PSN memenangkan tender pengadaan Satelit SATRIA, dengan nilai proyek mencapai Rp 20,7 triliun. Konsorsium PSN terdiri dari empat perusahaan, yakni PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera.

Konstruksi dimulai akhir tahun 2019 dan diluncurkan pada kuartal kedua tahun 2022. Pada 2023, Satelit SATRIA diharapkan sudah dapat beroperasi untuk mendukung ketersambungan layanan, serta meningkatkan ekonomi digital Indonesia.[3]

Bakti memiliki mekanisme dengan skema KPBU, yaitu kerja sama dengan pemerintah dan badan usaha. Di mana, PT Satelit Nusantara Tiga merupakan badan usaha pelaksana yang memiliki dua tugas. Pertama, mencari pembiayaan dan kedua, mencarikan pabrikan/vendor yang mengerjakan secara teknik pabrikasi satelitnya, peluncuran, dan pengoperasiannya.

Adapun komposisi konsorsium proyek Satelit Multifungsi ini terdiri atas PT Pintar Nusantara dengan komposisi 50 persen, PT Dian Satelit Sejahtera 25 persen, PT Nusantara Satelit Sejahtera 24 persen, dan PT Pasifik Satelit Nusantara 5 persen.

BPI France dari Prancis dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dari Tiongkok adalah perusahaan sponsor mengenai porsi pendanaan.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 "Satria" (dalam bahasa Inggris). Gunter's Space Page. Diakses tanggal 21 Juli 2020.
  2. 1 2 3 4 "THALES ALENIA SPACE TO PROVIDE SATRIA TELECOMMUNICATION SATELLITE FOR INDONESIA" (dalam bahasa Inggris). Thales Group. Diakses tanggal 21 Juli 2020.
  3. 1 2 https://aptika.kominfo.go.id/2020/01/satelit-satria/
  4. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-24. Diakses tanggal 2020-07-20.
  5. ↑ https://amp.tirto.id/satelit-satria-milik-indonesia-bakal-mengorbit-pada-2022-ew7d

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik wahana antariksa atau satelit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan