Sumber referensi dari artikel ini belum dipastikan dan mungkin isinya tidak benar. Mohon periksa, kembangkan artikel ini, dan tambahkan sumber yang benar pada bagian yang diperlukan. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |

Setanisme adalah sekelompok kepercayaan keagamaan, ideologis, atau filosofis yang didasarkan pada Setan—khususnya pemujaan atau penghormatan kepadanya. Karena keterkaitannya dengan tokoh agama Abrahamik historis, Satanisme—serta kepercayaan keagamaan, ideologis, atau filosofis lainnya yang selaras dengan Satanisme—dianggap sebagai agama Abrahamik kontra-budaya.
Fenomena Satanisme memiliki "hubungan historis dan kemiripan keluarga" dengan lingkungan Jalan Tangan Kiri dari tokoh-tokoh okultisme lainnya seperti Asmodeus, Beelzebub, Hekate, Lilith, Lucifer, Mephistopheles, Pan, Prometheus, Sammael, dan Set. Satanisme yang mengidentifikasi diri sendiri adalah fenomena yang relatif modern, sebagian besar dikaitkan dengan pendirian Gereja Setan oleh Anton LaVey pada tahun 1966 di Amerika Serikat—sebuah kelompok ateis yang tidak percaya pada Setan supernatural.[2][3]
Tuduhan terhadap kelompok-kelompok yang terlibat dalam "penyembahan setan" telah bergema di sepanjang sejarah Kekristenan. Selama Abad Pertengahan, Inkuisisi yang dipimpin oleh Gereja Katolik menuduh berbagai sekte dan kelompok Kristen sesat, seperti Ksatria Templar dan Katarisme, melakukan ritual Setan secara rahasia. Pada periode Modern Awal berikutnya, kepercayaan akan konspirasi Setan yang meluas yang melibatkan para penyihir mengakibatkan pengadilan dan eksekusi puluhan ribu orang yang dituduh sebagai penyihir di seluruh Eropa dan koloni Amerika Utara, yang mencapai puncaknya antara tahun 1560 dan 1630.[4][5] Istilah Satanis dan Satanisme muncul selama Reformasi dan Kontra-Reformasi (1517–1700),[6] ketika baik Katolik maupun Protestan saling menuduh satu sama lain secara sengaja bersekutu dengan Setan.[7]
Sejak abad ke-19, berbagai kelompok keagamaan kecil telah muncul yang mengidentifikasi diri sebagai Satanis atau menggunakan ikonografi Satanis. Meskipun kelompok-kelompok yang muncul setelah tahun 1960-an sangat berbeda, mereka secara umum dapat dibagi menjadi Satanisme nonteistik dan Satanisme teistik.[8] Mereka yang memuja Setan sebagai dewa supernatural cenderung tidak menganggapnya mahakuasa, melainkan menganggap Setan sebagai seorang patriark. Satanis nonteistik menganggap Setan sebagai simbol dari sifat-sifat manusia tertentu, sebuah metafora yang berguna tanpa realitas ontologis.[9] Satanisme religius kontemporer sebagian besar merupakan fenomena Amerika, meskipun munculnya globalisasi dan internet telah menyebabkan ide-ide ini menyebar ke bagian lain dunia.[10]
Sejarah
Kaum Setanis, yakni para pengikut ajaran setanisme, sudah ada dan melaksanakan kegiatan mereka di setiap tahap sejarah dan dalam setiap peradaban, dari Mesir kuno sampai Yunani kuno, serta sejak Abad Pertengahan sampai hari ini. Di antara abad ke-14 dan ke-16, para tukang sihir dan orang yang menolak agama sama-sama memuja setan. Setelah tahun 1880-an, di Prancis, Inggris, Jerman, dan sekaligus di berbagai negara lain di Eropa dan Amerika, setanisme diatur dalam perkumpulan dan tersebar di kalangan orang yang mencari keyakinan dan agama lain. Penyembahan setan terus berlanjut hingga abad ke-19, mula-mula sebagai setanisme tradisional, lalu dalam aliran sesat yang lebih kecil yang merupakan pecahannya. Upacara kejam yang dilakukan oleh tukang sihir dan orang-orang tak ber-Tuhan, pengorbanan anak dan orang dewasa kepada setan, perayaan Misa Hitam dan upacara Setanisme tradisional lainnya telah diwariskan diam-diam secara turun temurun.
Lambang setanisme tradisional yang terpenting adalah dewa Romawi kuno Baphomet. Pada waktu itu, Baphomet menjadi lambang bagi orang yang memuja setan. Para ahli sejarah yang menelusuri asal-usul sosok berkepala kambing ini telah menemukan beberapa petunjuk penting tentang kegiatan Setanis. Lambang setanis terpenting kedua adalah pentagram, yaitu bintang bersegi lima di dalam lingkaran. Ada dua perkumpulan rahasia lainnya di samping para Setanis yang menggunakan Baphomet dan pentagram sebagai lambang. Yang pertama adalah perkumpulan Kesatria Biara Yerusalem (Knight Templars), yaitu perkumpulan yang dituduh oleh Gereja Katolik sebagai penyembah setan, dan dibubarkan pada tahun 1311. Perkumpulan lainnya adalah perkumpulan Mason yang telah bertahun-tahun lamanya menimbulkan rasa penasaran karena kerahasiaan dan upacaranya yang aneh. Banyak ahli sejarah, yang telah menyelidiki masalah itu, percaya bahwa terdapat hubungan antara Kesatria Biara Yerusalem dengan perkumpulan Mason. Menurut mereka, kedua kelompok itu saling melanjutkan satu sama lain. Sesudah Kesatria Biara Yerusalem dilarang oleh Gereja, perkumpulan itu melanjutkan keberadaannya secara rahasia dan akhirnya berubah menjadi paham Mason. Yang pasti tentang Freemasonry adalah perkumpulan yang bersifat amat rahasia, punya susunan organisasi, dengan anggota di seluruh pelosok dunia.
Uraian yang diberikan para ahli seperti Leo Taxil, yang pernah menjadi seorang Mason, namun telah keluar dari perkumpulan itu, mengatakan bahwa para Mason amat menghormati Baphomet dan melangsungkan upacara yang menyerupai tata-cara penyembahan setan. Kenyataan lain yang menimbulkan kecurigaan adalah bahwa banyak pengikut setanisme yang kemudian menjadi anggota organisasi Masonis atau Free Mason. Kini, para setanis telah meninggalkan upacara dan markasnya yang rahasia itu, untuk keluar ke jalan-jalan. Para Setanis dengan giat menyebarkan ajarannya di setiap negara. Baik melalui buku-buku, terbitan berkala, dan Internet sebagai usaha untuk mereka merekrut anggota baru. Tak peduli di negara mana pun mereka berada, para Setanis menampilkan citra yang sama. Cara berpakaian berwarna hitam, asesoris, tata cara penyembahan, kesamaan surat yang mereka tinggalkan sebelum melakukan bunuh diri dan ciri lainnya menunjukkan bahwa setanisme bukanlah gerakan biasa yang isinya pengangguran, melainkan sebuah organisasi yang sengaja bersandar pada landasan pemikiran.
Ideologi setanisme
Setan adalah sebutan bagi makhluk-makhluk yang berusaha merusak kehidupan manusia. Setan dapat berbentuk jin dan manusia. Mereka bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah untuk menyesatkan manusia dari jalan Tuhan agar umat manusia menjadi pengikutnya, sehingga menjadi teman mereka untuk hidup di neraka nanti.
Pada dasarnya aliran Setanisme dibagi menjadi dua macam, yaitu Teistik dan Atheistik. Aliran teistik atau biasa disebut juga Setanisme Tradisional, adalah suatu bentuk kepercayaan yang menganggap bahwa Setan sebagai dewa. Aliran Atheistik (Ateis) adalah suatu aliran kepercayaan yang tidak mengakui adanya Tuhan ataupun Dewa untuk disembah. Kaum setanisme bahkan tidak percaya adaya setan sebagai makhluk yang nyata. Meskipun disebut sebagai penyembah setan, tetapi mereka tidak mengakui adanya setan. Bagi kaum setanis, setan hanyalah lambang yang menyatakan permusuhan terhadap agama dan prinsip kekerasan hati mereka.
Salah satu Aliran Setanisme Atheistik yang terkenal adalah Gereja Setan (the Church of Satan) yang didirikan oleh Anton Szandor LaVey (Anton LaVey), dan karena namanya aliran ini disebut sebagai aliran LaVeyan. Ciri utama dari para pengikut setanisme adalah mereka ateis (tidak mengakui adanya Tuhan), sekaligus materialis (hanya mengakui keberadaan benda belaka). Mereka mengingkari adanya Tuhan dan semua makhluk gaib. Dalam sebuah tulisan yang berjudul “Pengantar Setan” yang diterbitkan gereja setan, para setanis sebenarnya adalah ateis.
Setanisme adalah agama yang tidak mengenal tuhan. Tidak ada yang perlu ditakuti selain akibat tindakan mereka sendiri. Kaum setanisme tidak percaya adanya Allah, malaikat, surga, atau neraka, iblis, setan, ruh jahat, ruh baik, peri atau makhluk gaib lainnya. Setanisme bersifat ateis dan Otodeis: “Kami menyembah diri kami sendiri. ...Setanisme adalah materialis ... setanisme adalah lawan agama”. (Vexen Crabtree “A Description of Satanism”). Jadi pada intinya, Setanisme adalah pemikiran dan keyakinan dari filsafat kebendaan. Dalam buku Satanism: The Feared Religion (agama yang ditakuti), yang diterbitkan oleh gereja setan, pengertian setan bagi para penganut setanisme adalah “Setan adalah lambang manusia yang hidup seperti dituntun keangkuhan dan sifat jasmaniyahnya” (peter H Gilmore, Satanism: The Feared Religion, marrimac book, 1992). Adapun ungkapan sifat jasmaniah manusia sebenarnya menggabarkan inti setanisme. Para setanis percaya bahwa pada dasarnya manusia adalah binatang liar. Perinsip keyakinan ini amat ditekankan pada berbagai naskah setanis. Misal gereja setan sering menggunakan istilah “hewan jasmaniah” untuk menggambarkan manusia. Sudut pandang ini terletak pada dasar kecenderungan perilaku ganas setanisme. Contohnya, para setanis menganggap serangan, pertumpahan darah, pemerkosaan adalah benar. Karena bagi mereka inilah perilaku alamiah binatang liar. Bagi para setanis, seorang manusia adalah binatang buas yang hidup menurut nafsunya. Yang merupakan hal yang harus dia lakukan.
Dokumen yang berjudul “A Description of Satanism” (Sebuah Gambaran tentang Setanisme), terbitan gereja setan, berkata tentang hal ini: “Semua manusia dan binatang berasal dari sumber yang sama dalam ilmu biologi murni. Setanisme adalah keyakinan bahwa manusia tidak lebih dari binatang tingkat yang lebih tinggi; kita tidak punya tempat khusus dalam penciptaan, selain telah beruntung karena telah berevolusi dan bertahan” (Vexen Crabtree, “A Description of Satanism").
Menurut Roald E Kristiansen yang menulis tesisnya tentang setanisme, menyatakan bahwa “Setanisme dapat dianggap sebagai sebuah agama Darwinistis sosial yang berupaya membela hak-hak golongan terkuat untuk menguasai yang lemah, karena itulah cara manusia untuk maju sebagai sejenis makhluk biologis, sehingga tetap memelihara perannya sebagai ujung tombak evolusi sosial dan alami” (Roald E Kristiansen, A study of Satanism on the internet in the 1990’s).
Pelopor setanisme modern
Aleister Crowley adalah pelopor setanisme modern, yang memiliki julukan “The Beast”. Aleister lahir di Worwickshire. Semenjak kecil dia meninggalkan sekolah dan menjadi anggota “Secret Order of The Golden Dawn”. Crowley telah mencoba untuk menghubungi setan semenjak tahun 1898, saat ia menjadi anggota Order of the Golden Dawn. Kemudia pada tahun 1900, Crowley bergaul dengan masyarakat elit Inggris, sambil menyebarkan pengetahuannya tentang pemujaan setan, kepada para pemimpin politik Mason, Bangsawan dan keluarga kerajaan. Crowley adalah Okultis sejati, dan ia tidak memiliki pekerjaan lain. Ia sangat tertarik pada ideologi setanisme dan Freemasonry. Dalam bukunya yang berjudul “Pengakuan”, ia mengaku menjadi anggota Freemason di Loji Anglo Saxon, Paris. Ia juga menambahkan tentang bagaimana dia menjadi master di Loji tertua dan paling dihormati di London itu.
Loji Studholme (1591), yang dikabarkan Tony Blair (mantan perdana mentri Inggris) juga sebagai salah satu anggotanya saat ini. Crowley bersama dengan Albert Pike, memiliki gairah yang besar terhadap Idelogi setansime. Dalam bukunya yang berjudul “Ilmu Sihir”, Crowley menulis: “Sang Iblis adalah ular ini, Setan, dia hidup dan dicintai, dia adalah cahaya dan gambaran zodiaknya adalah Capricornus, kambing melompat, kepala kambing”. Setelah mengalami konflik dengan ketua The Golden Dawn, dia keluar dan mulai melakukan perjalanan keliling dunia bersama istrinya, Rose. Hingga ia tiba di Mesir, Kairo pada tahun 1904, mereka sering melakukan ritual bersama, bahkan sampai ke piramida. Pada suatu saat ketika Rose dalam kondis kesurupan, dia menyampaikan pesan kepada Crowley: "“dia menunggu mu ..”" "“dia .. dewa perang .. anak osiris .. Horus !! ..”"
Pada masa itu, sebelum isu tentang alien (makhluk luar angkasa) dan UFO, serta mengenai bentuk dan rupa alien, Crowley telah menggambar sketsa makhluk yang telah menghubunginya. Namanya “Lam” utusan Horus. Dimana Lam memberi instruksi kepada Crowley untuk duduk di hadapan meja selama tiga hari berturut-turut. Ketika crowley melakukannya, tubuhnya diambil alih dan tangannya mulai menulis secara otomatis, pesan-pesan dari setan. Kemudian tulisan tersebut menjadi sebuah buku yang berjudul “The Book Of The Law” (Buku Hukum) tahun 1904. "“era baru horus akan segera dimulai, tetapi sebelumnya bumi harus bermandikan darah” “biarkan pelayanku hanya sedikit dan tersembunyi, mereka akan berkuasa atas orang banyak dan yang terlihat” (Lam, utusan horus). Buku ini meletakan undang-undang tingkah laku yang sederhana, yaitu: “Lakukan apa kehendak mu” akan menjadi keseluruhan hukum. “Cinta adalah hukum.. Cinta dengan kehendak..” tidak ada hukum yang melebihi “Lakukan apa kehendak mu !”. “Satan, Cry aloud!, Thou exalted most high!, oh my father satan! The eye!”“Setan menangis keras ! .. engkau mulia! .. yang paling tinggi .. oh ayahku setan !, mata satu !”" (Alesiter Crowley: Magnum Opus – buku 4).
Di dalam agama Thelema yang diajarkan Crowley, dia menyembah dewa bernama “heru-ra-ha“ yang berarti “Horus di Horizon”. Kemudian Crowley mendirikan Loji heru-ra-ha atau dikenal juga sebagai O.T.O - Ordo Templi Orientis. O.T.O adalah perkumpulan pemuja setan hard core. Crowley melengkapinya dengan ritual inisiasinya dalam perayaan 33 degree Scottish Rite Freemasonry. Pada tahun 1912, crowley menjadi pemimpin O.T.O Inggris, yang merupakan keturunan langsung Iluminati Bavaria yang asli. Bahkan crowley mengklaim, bahwa pembentukan O.T.O adalah untuk membangun kembali free masonry, kepada akar iluminati Jerman-nya. Crowley benar-benar menginginkan untuk bergabung dengan Iblis. Pengetahuan yang menyesatkan itu, secara langsung diberikan oleh setan kepada crowley, yang kemudian dilanjutkan dan disebarkan oleh para pengikutnya, untuk menyesatkan umat manusia. Seperti yang telah di uraikan diatas, bahwasannya ajaran crowley adalah “Lakukan apa kehendak mu !!”. Ideologi ini adalah, agar setan bisa merusak tatanan aturan agama, sehingga manusia benar-benar sesat tanpa aturan. Adapun tujuan nya adalah, untuk menguasai manusia dan menjadi pemimpin yang menyesatkan manusia. Crowley mengajarkan, bahwa seseorang bisa menjadi jenius dalam musik, bila mereka mau memperaktakan dan mempropagandakan ajaran setanisme. Banyak pemusik dan bintang Rock menjadi terkenal, setelah memperaktakan ajaran setanisme aleister crowley. Salah satunya adalah Ozzy Osbourne, ia menyebarkan ajaran crowley (setanisme) melalui lagu dan musik kepada kaum muda. Bahkan Osbourne membuat sebuah lagu yang berjudul “Mr.Crowley”, karena ia benar-benar mengaguminya. Pada bab selanjutnya, akan dibahas mengenai sepak terjang mereka di dunia industri musik. Adapun rencana besar yang lain, sebagai bagian rencana setan untuk menyesatkan manusia melalui crowley adalah membawa revolusi obat bius, membukakan pintu untuk masyarakat untuk menggiringnya pada roh jahat.
Dalam “Buku Hukum”, roh setan yang terhubung melalui aleister crowley, terus menggemakan rayuan satanis dari taman Eden, selama bertahun-tahun. Dia menyatakan “aku adalah ular yang memberikan pengetahuan, kesenangan dan keagungan yang mulia, yang mengendalikan hati manusia dengan kemabukan. Untuk menyembah ku.. minumlah anggur dan obat-obat bius aneh, sesuatu seperti heroin dan alkohol mungkin dan harus digunakan untuk tujuan penyembahan, yaitu masuk ke dalam perjamuan suci bersama “ular” yang memberikan pengetahuan, kesenangan dan keagungan yang mulia. ” Robert anton wilson yang memainkan peraan penting dalam revolusi kebudayaan pada tahun 60-an, mengatakan dalam bukunya “Seks & Drugs”, menyatakan bahwa: “Crowley memainkan peranan yang enentukan dalam mengembangkan filosofi ataupun mistik, pada revolusi obat bius”.
Musik dan film setanisme
Setanisme muncul dalam banyak hal salah satunya adalah film dan musik. Banyak film yang menceritakan dengan terbuka idiom setanisme serta kisah kuasa gelap (dark forces). Film populer seperti: Friday The 13th, The Crow, Devils Advocate, Interview With The Vampire, bahkan serial The X-Files mengandung alur cerita dimana setan, setanisme atau black magic menjadi bagian penting dari film. Konon tahun 1968, Anton Szandor La Vey pernah menjadi penasehat teknis sekaligus pemeran film Rosemarys Baby, film Omen 1976 disebut telah memopulerkan setanisme.
Dalam musik ada banyak sekali contoh musik yang berisi setanisme, contoh:
- Lagu dari Ozzy Osbourne "Anggur baik tetapi Wiski lebih cepat, bunuh dirilah satu-satunya jalan keluar"
- Lagu dari David Bowie (majalah Rolling Stone) mengatakan Rock akan selalu menjadi musik setan
- Lagu dari Stairway to Heaven jika di putar terbalik akan memunculkan syair pemujaan setan.
- Lagu dari Metallica dalam The Prince melantunkan Bida.dari dari bawah, Aku ingin menjual jiwaku. Setan ambil jiwaku.
- Pink Floyd menulis lagu Lucifer Sam dengan lirik: Lucifer Sam selalu duduk di sisimu..selalu dekat denganmu.
- Thn 1992, Red Hot Chilli Peppers saat penerimaan anugreah MTV Awards berucap. Pertama-tama kami ingin berterima kasih pada Setan.
- Marilyin Manson, salah satu umat GS pada majalah Spin edisi Agustus 1996. Saya berharap dikenang sebagai sosok yang mengakhiri sejarah Kekristenan, Manson tak ragu merobek Injil dan meneriakkan penghinaan terhadap Yesus Kristus.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Petersen 2004, hlm. 444–446.
- ↑ Laycock, Satanism, 2023: section 1. What Is Satan?
- ↑ LaVey, Anton (2000). The Devil's Notebook. Feral House. hlm. 85. ISBN 9780922915118. As Satanists..it has never been enough for us to be atheistic...
- ↑ Thurston 2001. p. 79.
- ↑ Levack, Brian P. (2006). "Chapter 7". The Witch-hunt in Early Modern Europe (dalam bahasa Inggris). Pearson Longman. ISBN 978-0-582-41901-8.
- ↑ Medway 2001, hlm. 257; van Luijk 2016, hlm. 2.
- ↑ van Luijk 2016, hlm. 35.
- ↑ Abrams, Joe (Spring 2006). Wyman, Kelly (ed.). "The Religious Movements Homepage Project – Satanism: An Introduction". virginia.edu. University of Virginia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Agustus 2006. Diakses tanggal 1 Januari 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Gilmore, Peter (10 Agustus 2007). "Science and Satanism". Point of Inquiry Interview. Diakses tanggal 9 Desember 2013.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Petersen 2009a.
Bacaan lanjutan
- Michelet, Jules (1862). Satanism and Witchcraft: The Classic Study of Medieval Superstition. ISBN 978-0-8065-0059-1.
{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal Considered the first modern work to discuss Satanism. - Cavendish, Richard (1967). The Black Arts: An Absorbing Account of Witchcraft, Demonology, Astrology, and Other Mystical Practices Throughout the Ages. ISBN 978-0-399-50035-0. Summary of the history of Witchcraft, Satanism, and Devil Worship in the last part of the book.
- Passantino, Bob and Gretchen: Satanism: Grand Rapids: Zondervan: 1995.
- Zacharias, Gerhard (1980). The Satanic Cult. ISBN 978-0-04-133008-3. Translated from the 1964 German edition by Christine Trollope.
- Chornyisyn, Mykhailo (2009). Hail Satan. ISBN 978-0-557-06489-2.
- Wlodek, Nikodem (2004). Satans Raw.
- Medway, Gareth (2001). Lure of the Sinister: The Unnatural History of Satanism. ISBN 978-0-8147-5645-4.
- Noctulius, Emperor (2007). The Path to Satan. ISBN 978-1-4348-2055-6.
- Massimo Introvigne, I satanisti. Storia, riti e miti del satanismo, Sugarco, 2010
Pranala luar
- Religious Tolerance page on Satanism Diarsipkan 2022-07-20 di Wayback Machine.
- Satanism di Curlie (dari DMOZ)
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |