Senin, 19 Oktober 2026
18:07 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Sastra Kannada

Sastra Kannada

Bagikan:
500px-6th_century_Kannada_inscription_in_cave_temple_number_3_at_Badami.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tulisan bahasa Kannada yang ditulis di dinding luar goa Badami pada masa dinasti Chalukya

Sastra Kannada adalah kumpulan bentuk tulisan dari bahasa Kannada yang terdapat di negara bagian Karnataka, India. Bahasa Kannada merupakan bahasa yang dipakai oleh masyarakat Karnataka, India. Sastra Kannada tersebut ditulis menggunakan aksara Kannada. Sastra ini telah ada selama lebih dari seribu lima ratus tahun, dengan beberapa karya sastra tertentu yang bertahan dalam tradisi manuskrip yang kaya, yang dimulai sejak abad ke sembilan hingga saat sekarang ini.[1]

Bahasa Kannada itu sendiri biasanya dibagi menjadi tiga fase linguistik yaitunya pada fase kuno (450–1200 M), fase tengah (1200–1700 M), dan fase modern (1700–sekarang).[2][3] Karakteristik sastra Kannada dikategorikan ke dalam 3 aliran agama yaitunya: Jain, Lingayat, dan Vaishnava. Ketiga aliran ajaran agama ini berperan penting dalam membentuk dan mendukung ekspresi klasik bahasa Kannada, hingga munculnya era modern.[4] Meskipun sebagian besar sastra sebelum abad ke-18 bersifat religius, beberapa karya sekuler juga ditulis.[5][6]

Dimulai dengan Kavirajamarga (sekitar tahun 850), hingga pertengahan abad ke-12, sastra Kannada hampir secara eksklusif ditulis oleh orang-orang Jain, yang mendapat dukungan dari raja-raja Chalukya, Ganga, Rashtrakuta, Hoysala, dan Yadava.[7] Meskipun Kavirajamarga, yang ditulis pada masa pemerintahan Raja Amoghavarsha, adalah karya sastra tertua yang masih ada dalam bahasa Kannada, sebagian besar ahli modern sepakat bahwa tradisi prosa, puisi, dan tata bahasa sudah ada sebelumnya.[8]

Periode masa klasik

Pada periode klasik, kesusastraan Kannada berkembang pesat di bawah kepemimpinan kerajaan Rashtrakuta dan Ganga, dengan pengaruh besar dari model Sanskerta namun tetap mempertahankan tradisi sastra lokal.[9] Karya-karya penting seperti Kavirajamarga dan Vaddaradhane mencerminkan gaya penulisan yang menggabungkan elemen-elemen sastra tradisional dengan sastra yang baru. Pada abad ke-10, karya-karya para penulis Jain seperti Pampa, Sri Ponna, dan Ranna dikenal sebagai permulaan sastra Kannada klasik, dengan karya-karya mereka seperti Adipurana dan Vikramarjuna Vijaya menjadi tonggak perkembangan sastra tersebut. Di bawah kekuasaan raja Vishnuvardhana dari Hoysala, sastra Kannada mengalami perkembangan lebih lanjut, dengan penulis seperti Harihara dan Raghavanka menambahkan elemen baru dan menghasilkan karya yang penting. Selama periode ini, perkembangan sastra antara pemikir Vaishnava dan Veerashaiva juga mulai mencuat sehingga memperkaya kekayaan sastra daerah ini.[10]

Rujukan

  1. ↑ Krishnamurti (2003), p. 78; Steever (1998), p. 129, 131.
  2. ↑ Zvelebil (2008), p.2
  3. ↑ Steever, S.B. (1998), p. 129; Krishnamurti (2003), p. 23; Pollock (2007), p. 81; Sahitya Akademi, Encyclopaedia of Indian Literature, vol. 2 (1988), p. 1717
  4. ↑ Kittel in Rice E.P. (1921), p. 14
  5. ↑ Narasimhacharya (1934), pp. 61–65
  6. ↑ Rice E. P, (1921), p. 16
  7. ↑ Narasimhacharya (1934), pp. 1, 65; Sastri (1955), pp. 355–366
  8. ↑ Sahitya Akademi (1988), pp. 1474–1475; Sastri (1955), p. 355; Steever (1998), p. 4
  9. ↑ Kamath (1980), p. 89
  10. ↑ Sastri (1955), p. 364

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan