Rabu, 14 Oktober 2026
13:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas

Sastra Timur

Bagikan:

Sastra Timur mengacu pada berbagai sastra dari negara atau wilayah di Asia.

Contoh

Sastra India klasik

Artikel utama: Sastra India

Sastra Tionghoa dan Jepang klasik

Artikel utama: Sastra Tionghoa dan Sastra Jepang

Kala Dinasti Tang dan Dinasti Song di negeri Tiongkok, para penyair terkenal seperti Li Bai menulis karya-karya penting. Mereka menulis puisi shī (Bahasa Tionghoa Klasik: 詩), yang memiliki baris dengan jumlah aksara yang sama, serta puisi ci (詞) dengan variasi baris bercampur. Sastra Jepang pada abad ke-17-19 mengembangkan inovasi yang sebanding seperti haiku, sebuah bentuk puisi Jepang yang berkembang dari gaya hokku kuno (bahasa Jepang: 発句). Haiku terdiri dari tiga baris: baris pertama dan ketiga masing-masing memiliki lima morae (secara fonologis kasar setara dengan suku kata), sedangkan yang kedua memiliki tujuh. Empu Haiku asli termasuk tokoh Zaman Edo seperti penyair Matsuo Bashō (松尾芭蕉), yang dipengaruhi oleh Bashō sendiri antara lain Kobayashi Issa dan Masaoka Shiki.

Sastra Persia dan Arab klasik

Artikel utama: Sastra Persia dan Sastra Arab

Sastra modern

Rabindranath Tagore, seorang penyair Bengali polimatik, dramawan, dan penulis yang berasal dari India, tahun 1913 menjadi peraih Nobel pertama dari Asia. Ia memenangkan Penghargaan Nobel Kesusastraan karena dampak terkenal karya prosa dan pemikiran puitisnya terhadap sastra Inggris, Prancis, dan sastra nasional dari Eropa dan Amerika lainnya. Ia juga menulis lagu kebangsaan India. Kemudian, penulis Asia lainnya memenangkan Hadiah Nobel kesusastraan, seperti Yasunari Kawabata (Jepang, 1966), dan Kenzaburo Oe (Jepang, 1994). Yasunari Kawabata menulis novel dan cerita pendek yang menampilkan diksi elegan dan sederhana mereka seperti novel Yukiguni (Negeri Salju) dan Meijin.

Lihat pula

Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan