Jumat, 06 November 2026
04:21 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Sarah

Sarah

Bagikan:
250px-Name_of_Sarah.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaligrafi Islam yang menampilkan nama dari Sarah dalam abjad Arab.

Sarah adalah salah satu istri dari Ibrahim dan wanita pertama yang menjadi muslim melalui dakwah oleh Ibrahim dalam ajaran Islam. Keislaman Sarah dimulai sebelum Ibrahim hijrah dari negerinya yang dihuni oleh penyembah patung sebagai berhala. Dalam beberapa hadis sahih dikisahkan bahwa Sarah memiliki wajah yang cantik dan jelita. Kecantikan Sarah menjadi salah satu penyebab kedustaan Ibrahim terhadap hubungan kesuami-istriannya dengan Sarah untuk menyelamatkan Sarah dan dirinya dari kezaliman raja yang menyukai wanita yang telah menikah dengan wajah yang cantik.

Keislaman

Dalam ajaran Islam diyakini bahwa Sarah adalah perempuan pertama yang membenarkan dakwah tentang ajaran Islam yang disampaikan oleh Ibrahim.[1] Sarah merupakan istri dari Ibrahim yang terus mengikuti Ibrahim untuk menyebarkan ajaran tauhid sejak masih tinggal di wilayah kaum Ibrahim yang menyembah berhala berupa patung. Setelah ayah Ibrahim yang merupakan pembuat patung berhala bersama dengan kaumnya mengusir Ibrahim, Sarah tetap mengikuti suaminya untuk berhijrah ke negeri lain.[2]

Penampilan fisik

Sarah dalam ajaran Islam diyakini sebagai seorang perempuan yang memiliki wajah yang sangat cantik dan jelita. Keyakinan bahwa Sarah memiliki wajah yang sangat cantik dan jelita berdasarkan kepada hadis sahih yang disebutkan dalam Shahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari hingga terhubung ke periwayatan hadis oleh Abu Hurairah. Periwayatan hadis mengenai kecantikan Sarah disebutkan dalam kisah Ibrahim dan Sarah ketika berhijrah ke suatu negeri. Negeri yang didatangi oleh Ibrahim dan Sarah diketahui memiliki raja yang zalim dan suka melecehkan wanita-wanita yang berwajah cantik dan telah bersuami termasuk Sarah. Kecantikan Sarah dalam hadis ini diketahui dengan pertanyaan raja yang zalim kepada Ibrahim mengenai hubungannya dengan Sarah. Ibrahim menjawab bahwa Sarah adalah saudarinya agar Sarah tidak dilecehkan karena raja tersebut tertarik dengan kecantikan Sarah.[3]

Pengisahan

Kedustaan Ibrahim terhadap raja yang zalim

Sarah menjadi salah satu tokoh yang dikisahkan berkaitan dengan kedustaan Ibrahim terhadap hubungannya dengan Sarah di hadapan raja yang zalim. Pengisahan kedustaan Ibrahim terhadap hubungannya dengan Sarah dinyatakan dalam hadis sahih dalam Shahih Muslim yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Kedustaan Ibrahim dalam hadis tersebut dilakukan untuk menyelamatkan dirinya dan Sarah sebagai istrinya. Raja yang zalim itu dikenal suka dengan wanita yang telah bersuami dan memiliki wajah yang cantik. Demi keselamatan Ibrahim dan Sarah, Ibrahim meminta istrinya untuk menyatakan bahwa dirinya adalah saudaranya. Sedangkan Ibrahim juga akan menjawab bahwa Sarah adalah saudarinya. Hubungan ini dalam hadis sebenarnya bukanlah kedustaan karena keduanya merupakan saudara seiman yaitu menganut ajaran Islam.[4]

Keselamatan dari penjamahan raja yang zalim

Kisah Sarah yang terselamatkan dari penjamahan raja yang zalim diriwayatkan dalam Shahih Muslim. Sarah dibawa menghadap ke raja yang menyukai wanita cantik untuk dijamah di dalam istana. Dalam hadis tersebut, raja langsung berusaha merangkul Sarah ketika menemuinya dan melihat kecantikannya. Namun Sarah diselamatkan oleh Allah melalui pembelengguan tangan dari raja yang zalim yang membuat kedua tangannya tergenggam secara erat dan tidak dapat menyentuh Sarah. Raja yang zalim itu meminta Sarah berdoa kepada Allah untuk melepaskan belenggunya dan berjanji tidak akan menjamah Sarah. Namun setelah lepas, raja berusaha menjamah Sarah dan kedua tangannya kembali terbelenggu. Kejadian ini terulang sebanyak tiga kali dan kemudian raja menyerah untuk menjamah Sarah. Setelah gagal menjamah Sarah, raja yang zalim ini memerntahkan agar Sarah dipulangkan dan sebelum itu, ia diberi seorang pelayan bernama Hajar.[5]

Referensi

  1. ↑ Nareswari, Maryam Kinanthi (Mei 2015). Albi (ed.). Wanita-Wanita yang Diabadikan dalam Al Qur'an. Medpress Digital. hlm. 43. ISBN 978-979-878-347-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Halim, Wahidin (2006). Memahami Al-Qur'an, Menjelajah Islam: Mengenang Sejarah MTQ. Pendulum. hlm. 20.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Al-Asyqar, Umar Sulaiman (April 2022). Mahmudi, A., dan Amri, Y. (ed.). Kisah-kisah Nubuat dari Nabi [Shahihul Qashash an-Nabawy]. Diterjemahkan oleh Mujtahid, Umar. Jakarta Timur: Ummul Qura. hlm. 67. ISBN 978-602-6579-08-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Muslim (2021). Rasyad, Azfa (ed.). Kitab Para Nabi dan Keutamaan Shahabat: Seri Mukhtashar Shahih Muslim. Hikam Pustaka. hlm. 8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Alita Aksara Media (2021). Ensiklopedia Al-Quran dan Hadis Per Tema: Bagian 2, Nabi dan Rasul. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 89.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan