Kamis, 24 September 2026
02:24 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Sanna

"Sanna" beralih ke halaman ini, yang bukan mengenai Saññā.

Prabu Sanna atau Bratasenawa adalah Raja ketiga di Kerajaan Galuh yang memerintah dengan gelar Prabu Bratasenawa dari tahun 709 Masehi sampai 716 Masehi menggantikan Sang Jalantara Prabu Suraghana, ayahnya.[1]

Sanna
Prabu Bratasenawa
Raja Medang Kamulan
Berkuasa709 – 716
PendahuluSuraghana
PenerusPurbasora
AyahSuraghana
IbuWulan Sari
PasanganSannaha
KeturunanSanjaya

Biografi

330px-Sunda_Kingdom_su.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.

Namanya Sang Sena atau Sanna putra Sang Jalantara, Prabu Suraghana atau Rahyang Mandiminyak putra Wretikandayun putra Raja Kandiawan putra Raja Putra Suraliman putra Raja Maha Guru Manikmaya, pendiri Kerajaan Kendan. Ibunya bernama Dewi Wulansari. Ia menikahi Dewi Sanaha dan berputra Maharaja Harisdarma Sanjaya, Rakai Mataram.

Prahara di Kerajaan Galuh

Sang Prabu Bratasenawa, raja Kerajaan Galuh memerintah hanya 7 tahun karena pada tahun 716 M terjadi kudeta oleh Purbasora atau Purbasura putra Resiguru Sempakwaja (kakak dari ayahnya, Rahyang Mandiminyak ) yang didukung oleh Bimaraksa putra Resiguru Wanayasa, Sang Jantaka. Purbasora adalah cucu Wretikandayun dari putera sulungnya, Batara Danghyang Guru Sempakwaja, pendiri Kerajaan Galunggung. Sedangkan Sena adalah cucu Wretikandayun dari putera bungsunya, Prabu Suraghana Mandiminyak, raja Galuh kedua (702-709 M).

Sang Sena pun meloloskan diri meminta perlindungan Sri Maharaja Tarusbawa, sahabat baiknya. Persahabatan ini pula yang mendorong Sri Maharaja Tarusbawa mengambil Sanjaya, Rakai Mataram putra Prabu Sanna Bratasenawa menjadi menantunya. Oleh karena itu Sang Sena bersama pelayannya, keluarganya, dan beberapa raja wilayah dengan bala tentaranya mengungsi ke Jawa Tengah di Medang Mataram bersama istrinya Dewi Sannaha. Dan kelak Sanjaya berhasil menuntut balas pada Purbasura dengan menundukkan Kerajaan Galuh setelah ia bertahta di Kerajaan Sunda.

Akhir Kekuasaannya

Sang Prabu Sanna Bratasenawa digantikan oleh puteranya Sanjaya, Rakai Mataram di Kerajaan Medang atau Mataram Kuno di Jawa Tengah.

Rujukan

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Prabu Suraghana Rahyang Mandiminyak
Raja Kerajaan Galuh
(709716 M)
Diteruskan oleh:
Prabu Purbasora
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan