Senin, 09 November 2026
04:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Sanna

Bagikan:
"Sanna" beralih ke halaman ini, yang bukan mengenai Saññā.

Prabu Sanna atau Bratasenawa adalah Raja ketiga di Kerajaan Galuh yang memerintah dengan gelar Prabu Bratasenawa dari tahun 709 Masehi sampai 716 Masehi menggantikan Sang Jalantara Prabu Suraghana, ayahnya.[1]

Sanna
Prabu Bratasenawa
Raja Medang Kamulan
Berkuasa709 – 716
PendahuluSuraghana
PenerusPurbasora
AyahSuraghana
IbuWulan Sari
PasanganSannaha
KeturunanSanjaya

Biografi

330px-Sunda_Kingdom_su.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.

Namanya Sang Sena atau Sanna putra Sang Jalantara, Prabu Suraghana atau Rahyang Mandiminyak putra Wretikandayun putra Raja Kandiawan putra Raja Putra Suraliman putra Raja Maha Guru Manikmaya, pendiri Kerajaan Kendan. Ibunya bernama Dewi Wulansari. Ia menikahi Dewi Sanaha dan berputra Maharaja Harisdarma Sanjaya, Rakai Mataram.

Prahara di Kerajaan Galuh

Sang Prabu Bratasenawa, raja Kerajaan Galuh memerintah hanya 7 tahun karena pada tahun 716 M terjadi kudeta oleh Purbasora atau Purbasura putra Resiguru Sempakwaja (kakak dari ayahnya, Rahyang Mandiminyak ) yang didukung oleh Bimaraksa putra Resiguru Wanayasa, Sang Jantaka. Purbasora adalah cucu Wretikandayun dari putera sulungnya, Batara Danghyang Guru Sempakwaja, pendiri Kerajaan Galunggung. Sedangkan Sena adalah cucu Wretikandayun dari putera bungsunya, Prabu Suraghana Mandiminyak, raja Galuh kedua (702-709 M).

Sang Sena pun meloloskan diri meminta perlindungan Sri Maharaja Tarusbawa, sahabat baiknya. Persahabatan ini pula yang mendorong Sri Maharaja Tarusbawa mengambil Sanjaya, Rakai Mataram putra Prabu Sanna Bratasenawa menjadi menantunya. Oleh karena itu Sang Sena bersama pelayannya, keluarganya, dan beberapa raja wilayah dengan bala tentaranya mengungsi ke Jawa Tengah di Medang Mataram bersama istrinya Dewi Sannaha. Dan kelak Sanjaya berhasil menuntut balas pada Purbasura dengan menundukkan Kerajaan Galuh setelah ia bertahta di Kerajaan Sunda.

Akhir Kekuasaannya

Sang Prabu Sanna Bratasenawa digantikan oleh puteranya Sanjaya, Rakai Mataram di Kerajaan Medang atau Mataram Kuno di Jawa Tengah.

Rujukan

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Prabu Suraghana Rahyang Mandiminyak
Raja Kerajaan Galuh
(709—716 M)
Diteruskan oleh:
Prabu Purbasora
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan