Sabtu, 31 Oktober 2026
20:48 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sanggar bambu

Sanggar bambu

Tempat pertemuan dan medan persahabatan

Bagikan:

Sanggarbambu

250px-Buddy-cast-3_000.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sanggarbambu merupakan sanggar yang beraktifitas di dunia kesenian dan masih aktif hingga saat ini

.

Sanggarbambu pada awalnya berkegiatan di bidang seni rupa, lalu dengan berjalannya waktu kemudian juga berkegiatan di bidang seni teater, musik, puisi.[1]

Sanggarbambu juga dapat dikatakan sebagai perkumpulan seniman.[2]Sanggarbambu didirikan pada 1 April 1959 di Yogyakarta, tepatnya di Jl.Gendingan 119 oleh Soenarto Pr bersama-sama dengan Kirdjomulyo, Heru Sutopo, Mulyadi W, Danarto, Soeharto Pr, Syahwil, Handogo, Soemadji dan Wardoyo.[3][1] Karya-karya sanggarbambu berupa monumen dan patung tersebar di Indonesia di antaranya monumen Gatot Subroto Purwokerto, Ahmad Yani (Jakarta), Latuharhary Ambon, monumen Prasasti (Kep. Seribu) serta rangkaian patung kisah Panji Asmarabangun di Taman Mini Indonesia Indah, dan rangkaian patung dada pahlawan di Gedung Joang ’45 Jakarta.[1]

Sanggarbambu banyak melahirkan berbagai karya-karya seni.[1] Sanggarbambu juga melahirkan tokoh-tokoh di berbagai bidang seni seperti Danarto dan Emha Ainun Najib (budayawan), Ebiet G Ade dan Untung Basuki musik, Putu Wijaya, Arifin C Noer dan Linus Suryadi AG (sastra), Kusno Sujarwadi, Mien Brodjo dan Adi Kurdi (film), Motinggo Boesje dan Soesilomurti (cerpen dan novel), Soenarto Pr, Mulyadi W, Irsam, Isnaeni MH, Indros, Totok Buchori, G.M. Sudarta

(senirupa).[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 [pranala nonaktif permanen] sanggarbambu.com: SEJARAH SINGKAT SANGGAR BAMBU
  2. ↑ Agus Sachari.2007.Budaya Visual Indonesia. Penerbit:Erlangga.78
  3. ↑ Sinta Nuriyah.Setelah Angin Kedua. Penerbit:Grasindo.xxi
Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan