Minggu, 01 November 2026
07:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kirdjomulyo

Sastrawan Indonesia (1930–2000)

Bagikan:

Kirdjomulyo (lahir di Yogyakarta, 1930 - meninggal di Yogyakarta, 19 Januari 2000; pada umur 70 tahun) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Mengawali debutnya sebagai penulis sejak tahun 1950. Namanya tercatat sebagai sastrawan angkatan 1966 dalam buku Antologi Sastra Indonesia Angkatan 1966 karya H.B. Jassin. Dia dikenal melalui karya-karyanya dalam bentuk puisi, senirupa, prosa, dan naskah drama.[1]

Latar belakang

Kirdjomulyo dikenal sebagai seniman serba bisa. Perjalanan hidupnya selama 70 tahun banyak menghasilkan berbagai karya sastra dan senirupa. Tahun 1950-an, ia dikenal sangat produktif dalam menulis puisi dan lakon. Buku puisi ciptaannya antara lain Romansa Perjalanan I dan Lembah Batu Pualam. Karyanya berupa manuskrip yaitu Romansa Perjalanan II, Romansa Perjalanan III, Prelude, Daun Permulaan Musim, Angin di Antara Musim serta Kawan dan Karibmu. Sejumlah puisinya juga ada di dalam Antologi Sastra Indonesia Angkatan 1966 susunan H.B. Jassin. Sedangkan naskah lakon karyanya antara lain Nona Maryam, Penggali Kapur, Penggali Intan, Bui, Dia Amat Kesunyian, Tujuh Orang Tahanan, Laki-laki Jaga Malam, Senja Dengan Sepasang Kelelawar, Jauh di Rantau, dan lain-lain. Sekitar dua puluhan naskah kumpulan sajak dan naskah dramanya tersimpan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Jakarta. Studi mengenai sajak-sajak Kirdjomulyo di lakukan oleh H.B. Jassin, dalam Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei IV (1996: 15-49). Kirdjomulyo dikenal juga sebagai seorang pelukis dan teater. Bergabung dengan Sanggar Bambu dan menciptakan hymne untuk sanggar tersebut. Ketrampilan Kirdjomulyo dalam berolah kata, kecintaannya pada kesenian, ketekunan dan kesungguhan dalam menciptakan karya, telah mendudukkan dirinya sebagai seniman paling produktif pada masanya.[2][3][4]

Karya

Puisi

  • Romansa Perjalanan I
  • Lembah Batu Pualam

Manuskrip

  • Romansa Perjalanan II
  • Romansa Perjalanan III
  • Prelude*
  • Daun Permulaan Musim
  • Angin di Antara Musim*
  • Kawan dan Karibmu

Naskah drama

  • Nona Maryam
  • Penggali Kapur
  • Penggali Intan
  • Bui
  • Dia Amat Kesunyian
  • Tujuh Orang Tahanan
  • Laki-laki Jaga Malam
  • Senja Dengan Sepasang
  • Kelelawar
  • Jauh di Rantau
  • Bulan Pagi
  • Maria
  • Derai Cemara
  • Keluarga Wiyasti
  • Tanah Gersang
  • Anak Haram
  • Yessi
  • Sebab Yang di Bawa Mati
  • Inah dan Manusia di Sekitarnya
  • Lahirnya Kejahatan
  • Matahari Juni
  • Dusta Yang Manis
  • Pengawal Bertangan Besi
  • Sisa-sisa Revolusi
  • Matahari April
  • Setetes Darah
  • Pasukan Caraka
  • Bulan di Langit Merah
  • Sepasang Mata Indah

Referensi

  1. ↑ Situs resmi Taman Ismail Marzuki Diarsipkan 2015-04-02 di Wayback Machine, diakses 4 Maret 2015
  2. ↑ Indonesia Film Center Diarsipkan 2015-04-02 di Wayback Machine, diakses 4 Maret 2015
  3. ↑ Puisi Kita: Di tanganmu Diarsipkan 2015-04-02 di Wayback Machine, diakses 4 Maret 2015
  4. ↑ The Window Of Yogyakarta, diakses 4 Maret 2015


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan