Jumat, 16 Oktober 2026
07:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Samudra Iapetus

Samudra Iapetus

Bagikan:
250px-Positions_of_ancient_continents%2C_550_million_years_ago.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekonstruksi Samudra Iapetus dan benua-benua di sekitarnya yang mungkin terbentuk selama periode Ediakara akhir.
330px-Geological_fault_at_Niarbyl_-_geograph.org.uk_-_107854.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patahan di Niarbyl, Pulau Man. Garis tipis diagonal berwarna putih ditengah gambar adalah bekas-bekas dari Laut Iapetus

Samudra Iapetus merupakan wilayah laut purba yang terletak di Belahan Bumi selatan dan terbentuk sekitar era Neoproterozoikum hingga Paleozoikum, yakni sekitar 600 dan 400 juta tahun lalu. Lautan ini terletak di antara tiga benua, yakni Laurentia, Baltica, dan fragmen benua Avalonia.[1] Samudra Iapetus lenyap ketika ketiga benua yang mengelilinginya tersebut mulai menyatu dan membentuk benua raksasa Euramerika sekitar 410 juta tahun yang lalu.

Samudra Iapetus terletak di antara lempeng benua yang nantinya akan membentuk beberapa pesisir di Samudera Atlantik, menjadikannya (kurang lebih) sebagai pendahulu Samudera Atlantik.[2]

Referensi

  1. ↑ The three palaeocontinents collided, producing three mountain-building events: the Caledonian, Taconic and Acadian orogenies.
  2. ↑ The name Iapetus was first used by Harland & Gayer (1972), before that the ocean was referred to as the Proto-Atlantic
Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan