Jumat, 09 Oktober 2026
01:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Orogeni

Orogeni

Bagikan:
250px-Millook_cliffs_enh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lapisan berkerut di tebing di Millook, Cornwall Utara

Orogeni mengacu pada gaya dan peristiwa yang mengarah ke deformasi struktural besar litosfer Bumi (kerak dan mantel teratas) karena interaksi antara lempeng-lempeng tektonik. Sabuk orogenik terbentuk ketika lempeng benua menyusut dan didorong ke atas untuk membentuk jajaran pegunungan, dan melibatkan sejumlah besar proses geologi yang secara kolektif disebut orogenesis.[1][2] Kata "orogeni" berasal dari bahasa Yunani yang (oros untuk "gunung" ditambah genesis untuk "penciptaan" atau "asal"), orogeni adalah mekanisme utama dibangunnya pegunungan di atas benua.[citation needed]

Fisiografi

250px-SubductionDelamination.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua proses yang dapat berkontribusi pada orogen. atas: delaminasi oleh intrusi astenosfer panas; Bawah: Subduksi kerak samudera. Dua proses ini menyebabkan perbedaan letak granit (gelembung pada diagram), yang memberikan bukti proses mana yang sebenarnya terjadi.[3]
250px-Active_Margin.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Subduksi dari lempeng samudera oleh lempeng benua untuk membentuk orogen non tumbukan. (contoh: Andes)
250px-Continental-continental_convergence_Fig21contcont.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tabrakan benua dari dua lempeng benua untuk membentuk orogen tumbukan. Namun, biasanya tidak ada kerak benua yang tersubduksi, hanya terangkat. (contoh: Alpen)

Pembentukan orogen dilakukan sebagian oleh proses tektonik subduksi, di mana benua naik secara paksa ke atas lempeng samudera (orogen non tumbukan), atau tumbukan dua atau lebih benua (orogen tumbukan).[4]

Orogeni biasanya menghasilkan struktur - struktur arkuata panjang (dari kata arcuare, yang berarti menekuk seperti busur), yang dikenal sebagai sabuk orogenik. Umumnya, sabuk orogenik terdiri dari strip paralel batuan yang menunjukkan karakteristik yang sama sepanjang sabuk. Sabuk orogenik berhubungan dengan zona subduksi, yang mengkonsumsi kerak, menghasilkan gunung berapi, dan membangun busur kepulauan. Struktur arkuata disebabkan oleh kekakuan lempeng yang turun, dan katup busur kepulauan terkait dengan sisa-sisa turunnya litosfer .[5] Busur kepulauan ini nantinya bergabung ke benua selama kejadian orogenik.

Proses orogeni dapat terjadi selama puluhan juta tahun dan membangun pegunungan dari dataran atau dasar laut. Ketinggian topografi pegunungan orogenik dipengaruhi oleh prinsip isostasi,[6] yaitu, adanya keseimbangan antara gaya gravitasi ke bawah dengan berbagai dorongan ke atas gunung (terdiri dari material terang kerak benua) dan gaya apung ke atas yang diberikan oleh mantel padat yang ada dibawahnya.[7]

Biasanya, formasi batuan yang mengalami orogeni adalah yang telah mengalami banyak deformasi berat dan menjalani metamorfosis. Selama orogeni, batuan yang terkubur dapat terdorong ke permukaan. Material dasar laut dan dekat pantai dapat mencakup beberapa atau semua daerah orogenik. Bila orogeni terjadi akiat dua benua yang bertabrakan, pegunungan yang dihasilkan bisa sangat tinggi (lihat Himalaya).

Sebuah kejadian orogenik dapat dipelajari sebagai: (a) peristiwa tektonik struktural, (b) sebagai peristiwa geografi, dan (c) sebagai peristiwa kronologis. Peristiwa orogenik: (a) menyebabkan fenomena struktural yang khas terkait dengan aktivitas tektonik, (b) memengaruhi batuan dan kerak bumi di daerah tertentu, dan (c) terjadi dalam jangka waktu tertentu.

Referensi

  1. ↑ Tony Waltham (2009). Foundations of Engineering Geology (Edisi 3rd). Taylor & Francis. hlm. 20. ISBN 0-415-46959-7.
  2. ↑ Philip Kearey; Keith A. Klepeis; Frederick J. Vine (2009). "Chapter 10: Orogenic belts". Global Tectonics (Edisi 3rd). Wiley-Blackwell. hlm. 287. ISBN 1-4051-0777-4.
  3. ↑ N. H. Woodcock; Robin A. Strachan (2000). "Chapter 12: The Caledonian Orogeny: a multiple plate collision". Geological History of Britain and Ireland. Wiley-Blackwell. hlm. 202, Figure 12.11. ISBN 0-632-03656-7.
  4. ↑ Frank Press (2003). Understanding Earth (Edisi 4th). Macmillan. hlm. 468–469. ISBN 0-7167-9617-1.
  5. ↑ Gerald Schubert; Donald Lawson Turcotte; Peter Olson (2001). "§2.5.4 Why are island arcs arcs?". Mantle Convection in the Earth and Planets. Cambridge University Press. hlm. 35–36. ISBN 0-521-79836-1.
  6. ↑ PA Allen (1997). "Isostasy in zones of convergence". Earth Surface Processes. Wiley-Blackwell. hlm. 36 ff. ISBN 0-632-03507-2.
  7. ↑ Gerard V. Middleton; Peter R. Wilcock (1994). "§5.5 Isostasy". Mechanics in the Earth and Environmental Sciences (Edisi 2nd). Cambridge University Press. hlm. 170. ISBN 0-521-44669-4.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan