Kamis, 22 Oktober 2026
22:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Tabrakan benua

Tabrakan benua

Bagikan:
Continental-continental_convergence_Fig21contcont.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Gambaran tabrakan tektonik antara dua benua.
250px-Mountain_by_reverse_fault.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pembentukan pegunungan oleh gerakan patahan terbalik, akibat tumbukan benua

Tabrakan benua atau Tumbukan benua adalah fenomena tektonika lempeng Bumi yang terjadi pada batas konvergen. Tumbukan benua adalah variasi pada proses dasar subduksi, di mana zona subduksi hancur, gunung diproduksi, dan dua benua bergabung menjadi satu.

Tabrakan benua bukan peristiwa yang terjadi sesaat, namun membutuhkan waktu beberapa puluhan juta tahun sebelum patahan dan pelipatan yang disebabkan oleh tabrakan berhenti. Tabrakan antara India dan Asia telah berlangsung selama sekitar 50 juta tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Tabrakan antara Timur dan Barat Gondwana untuk membentuk orogen Afrika Timur memakan waktu sekitar 100 juta tahun dari awal. Tabrakan antara Gondwana dan Laurasia untuk membentuk Pangea terjadi dalam interval yang relatif singkat, sekitar 50 juta tahun.[1]

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan