Jumat, 09 Oktober 2026
15:20 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP
Salisipan

Salisipan

Kano perang sempit dari Filipina

Bagikan:
250px-Salisipan_by_Rafael_Monle%C3%B3n_%281890%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi tahun 1890 dari sebuah salisipan Orang Lanun oleh Rafael Monleón

Salisipan adalah kano perang panjang dan sempit orang Lanun dan orang Banguingui dari Filipina. Mereka utamanya digunakan untuk pembajakan dan untuk penyerangan pada daerah pesisir. Salisipan menyerupai perahu bangka panjang dan sempit yang duduk rendah di atas air. Mereka didorong oleh pendayung, dikemudikan oleh sebuah dayung di buritan, dan cukup ringan untuk diangkut ke darat. Mereka biasanya dilengkapi dengan perisai tenun pohon nipah yang bisa disangga di sepanjang sisi untuk melindungi pendayungnya dari panah. Mereka kadang-kadang juga dikenal dengan istilah yang lebih umum yaitu vinta, baroto, atau kakap.[1]: 239 [2][3] Salisipan adalah perahu bantuan yang menyertai perahu induk yang lebih besar seperti pangajava, garay, dan lanong. Kehadiran mereka biasanya merupakan indikasi armada perampok yang lebih besar di dekatnya.[4][5]: 239–241 

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Warren, James Francis (2007). The Sulu Zone, 1768-1898: The Dynamics of External Trade, Slavery, and Ethnicity in the Transformation of a Southeast Asian Maritime State. NUS Press. ISBN 9789971693862.
  2. ↑ "Salisipan". Diccionario de la lengua española. Real Academia Española,. Diakses tanggal 30 Oktober 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Javellana, René B. (1997). Fortress of Empire: Spanish Colonial Fortifications of the Philippines, 1565-1898. Bookmark. hlm. 85. ISBN 9789715691994.
  4. ↑ Warren, James Francis (1987). At the Edge of Southeast Asian History: Essays. New Day Publishers. hlm. 45–46. ISBN 9789711002633.
  5. ↑ Warren, James Francis (2002). Iranun and Balangingi: Globalization, Maritime Raiding and the Birth of Ethnicity. NUS Press. ISBN 9789971692421.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan