Rabu, 14 Oktober 2026
12:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas

Salima Sultan Begum

Bagikan:
Salima Sultan Begum
Khadija-uz-Zamani
Lahir23 Februari 1539
Meninggal15 Desember 1612 (umur 73)
Delhi, India
Pemakaman
Mandarkar Garden, Agra
AyahKhwaja Nur-ud-din Muhammad Mirza
IbuShahzadi Gulrukh Begum
Pasangan
KeturunanMurad Mirza (adopsi)
WangsaNaqshbandi (kelahiran)
Timurid (pernikahan)
AgamaIslam

Salima Sultan Begum (23 Februari 1539 – 15 Desember 1612) adalah Ratu Kekaisaran Mughal sebagai istri Kaisar Akbar. Salima sebelumnya telah menikah dengan Bairam Khan dan setelah pembunuhan di 1561, ia kemudian menikah dengan sepupu pertamanya, Kaisar Akbar.[1]

Keluarga dan garis keturunan

Keluarga Akbar dan Salima Sultan Begum
Babur
Hamida Banu BegumHumayunGulrukh BegumNur-ud-din Muhammad Mirza
AkbarSalima Sultan Begum

Salima adalah putri Nurruddin Muhammad Mirza dan Gulrukh Begum (terkadang disebut Gulbarg Begum atau Gulrang Begum). Ayahnya adalah keturunan Khwaja Hasan Naqshbandi dari klan sufi terkemuka, Naqshbandi yang menjabat sebagai Raja Muda Kannauj. Ia juga berkerabat dengan Sultan Abu Sa'id Mirza (kaisar keempat Timurid) melalui putranya, Sultan Mahmud Mirza.

Sementara Gulrukh Begum adalah putri Babur, pendiri Kekaisaran Mughal. Identitas ibunya masih dipertanyakan apakah Saliha Sultan Begum atau Dildar Begum, atau mungkin Saliha Sultan adalah sebutan lain Dildar.

Seperti keluarga kerajaan lainnya, Salima mendapat pendidikan yang baik. Ia mahir berbahasa Persia dan berbakat dalam sastra. Namanya muncul dalam sejarah sebagai pembaca, penyair, yang menulis dengan nama samaran Makhfi (مخفی, "Hidden One") yang kemudian diadopsi sebagai nama pena oleh Putri Zebun Nissa.

Pernikahan

Salima menikah pada usia 18 tahun dengan Bairam Khan yang berusia lima puluhan. Bairam adalah pejabat militer terkemuka Mughal yang menikahi Salima sebagai istri kedua. Selepas kematian Bairam Khan pada tahun 1561, Salima merawat putra tirinya, Abdul Rahim.

Akbar menikah dengannya pada tahun yang sama, menjadikannya istri ketiga yang berusia sekitar tiga setengah tahun lebih tua. Selain kepala ratu Ruqaiyya yang memiliki garis keturunan Babur dari pihak ayah, Salima juga istri Akbar yang memiliki garis keturunan mulia sebagai cucu Babur dari pihak ibu. Ini menjadikannya menempati kedudukan tinggi di antara istri-istri Akbar yang lain. Sama seperti pernikahan pertamanya, pernikahan kedua Salima tidak menghasilkan keturunan. Ia mengadopsi Murad Mirza, putra Akbar yang lahir dari pelayan istana.

Politik

Salima Begum adalah wanita dengan posisi senior di harem kekaisaran. Karena itu, dia memegang pengaruh politik utama di Pengadilan Istana dan di Kekaisaran.[2] Pangeran Salim mendapat pengampunan dari Akbar dari pemberontakan yang dilancarkannya tahun 1603 atas upaya ibu tirinya, Salima dan neneknya, Hamida. Setelah kematian Akbar, Pangeran Salim naik takhta sebagai Sultan Jahangir. Salima bersama ibu Jahangir, Mariam-uz-Zamani dan saudari tirinya, Shakrun Nissa Begum memohon ampunan untuk Khusrau Mirza, putra sulung Jahangir. Salima kembali menggunakan pengaruhnya untuk memohon ampunan bagi Mirza Aziz Koka, saudara sepersusuan Akbar yang membantu Khusrau Mirza dalam pemberontakan melawan ayahnya.

Kematian

Salima terserang penyakit dan akhirnya meninggal tahun 1613 di Agra. Jahangir sangat menghormatinya dan memerintahkan pemakaman mayat Salima di Taman Mandarkar, Agra.

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-07-06. Diakses tanggal 2014-12-11.
  2. ↑ Eraly, Abraham (2000). Emperors of the Peacock Throne : the Saga of the Great Mughals (Edisi [Rev. ed.].). Penguin Books. hlm. 225. ISBN 9780141001432.

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan