Sabtu, 31 Oktober 2026
02:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Saka Energi Indonesia

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Saka Energi Indonesia
JenisPerseroan terbatas
IndustriMinyak dan gas
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Avep Disasmita[1]
(Direktur Utama)
Gunung Sardjono Hadi[1]
(Komisaris Utama)
Produk
PendapatanUS$ 361,84 juta (2021)[2]
US$ 6,61 juta (2021)[2]
Total asetUS$ 1,912 miliar (2021)[2]
Total ekuitasUS$ 513,79 juta (2021)[2]
PemilikPT Pertamina Gas Negara Tbk (99,997%)
PT PGAS Solution (0,003%)
Jumlah karyawan
326 (2021)[2]

PT Saka Energi Indonesia adalah anak usaha PGN yang berbisnis di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas. Hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini mengelola sebelas blok minyak dan gas dengan total cadangan terbukti dan terduga sebesar 87,16 MMBOE.[1][2]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan oleh PGN pada tahun 2011, dan dua tahun kemudian, perusahaan ini resmi mengakuisisi 20% saham Blok Ketapang dan 30% saham Blok Bangkanai. Perusahaan ini juga mengakuisisi KUFPEC Indonesia (Pangkah) BV yang memegang 25% saham Blok Pangkah. Pada bulan Januari 2014, perusahaan ini mengakuisisi 75% saham Blok Pangkah yang sebelummya dipegang oleh Hess (Indonesia-Pangkah) Ltd. dan Hess Pangkah LLC. Pada bulan Juli 2014, perusahaan ini mengakuisisi sejumlah saham pada blok gas serpih di Lapangan Fasken di Texas, Amerika Serikat. Pada bulan Desember 2014, perusahaan ini mengakuisisi 8,91% saham Blok Southeast Sumatra dan 20% saham Blok Muriah. Pada bulan November 2016, melalui salah satu anak usahanya, perusahaan ini resmi mengambil alih semua saham BP East Kalimantan Ltd. dan 50% saham Unimar LLC yang memegang 37,81% saham Blok Sanga-Sanga.

Pada bulan Mei 2018, perusahaan ini meneken dua perjanjian Production Sharing Contract (PSC) dengan SKK Migas masing-masing untuk Blok West Yamdena dan Blok Pekawai. Pada bulan Oktober 2019, perusahaan ini mendapat perpanjangan kontrak untuk mengelola Blok Pangkah, yang berlaku mulai tanggal 8 Mei 2026 hingga 8 Mei 2046 dengan skema bagi hasil. Pada bulan Juni 2020, melalui Saka Energi Muriah Ltd (SEML), perusahaan ini mengambil alih 80% saham Blok Muriah yang sebelummya dipegang oleh Petronas Carigali Muriah Ltd. Dengan pengambilalihan tersebut, SEML resmi memegang 100% saham Blok Muriah. Pada tahun 2021, Lapangan West Pangkah dan Lapangan Sidayu di Blok Pangkah mulai berproduksi.[1][2] Pada tanggal 19 Februari 2021, Lapangan Kepodang di Blok Muriah juga mulai kembali memasok gas alam ke PLTGU Tambak Lorok.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Sekilas Perusahaan". PT Saka Energi Indonesia. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2021". PT Saka Energi Indonesia. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  3. ↑ Agung, Filemon (16 Maret 2021). "Lapangan Kepodang telah mulai salurkan gas ke PLTG Tambak Lorok". Kompas. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.


Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan