Kamis, 01 Oktober 2026
12:41 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Sagunja

Sagunja

Bagikan:
250px-Chusa-Susik.deukgyek-Nanmaengcheob.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sagunja (anggrek) karya Kim Jeong-hui

Sagunja (四君子;사군자) adalah genre lukisan Korea yang melukiskan sagunja, empat jenis tanaman yang terdiri dari persik, anggrek, seruni dan bambu.[1][2][3][4][5] Tanaman-tanaman ini merupakan subjek lukisan para gunja sehingga karya yang mereka hasilkan dinamakan empat tanaman bangsawan.[5] Gunja adalah pria bangsawan yang berkarakter luhur, berbudi pekerti dan biasanya ahli dalam bidang sastra.[5]

Genre lukisan ini berasal dari Cina dan diperkenalkan ke Korea sejak zaman Goryeo pada abad ke-12 dan mencapai masa keemasan di periode Dinasti Joseon sampai awal abad ke-20.[5] Genre sagunja lebih disukai oleh seniman-seniman non profesional yang belajar lukisan Cina dibanding para pelukis genre lain.[5]

Lukisan sagunja yang berkembang di Korea menjadi berbeda dengan Cina dalam hal komposisi, bentuk batang, akar dan warna bayangan dalam lukisan.[5] Di awal abad ke-20, lukisan ini menjadi genre independen dari jenis lukisan lain.[5]

Cara melukisnya cenderung mengarah kepada kaligrafi yang berciri khas lebih sederhana dibanding metode melukis pemandangan atau orang.[5] Bagi seniman Korea, jika kaligrafi mencerminkan sifat dan pengetahuan penulisnya, begitu pula dengan sagunja yang mereka goreskan.[5]

Para gunja menyukai keempat jenis tanaman dan menggali karakter yang dimilikinya sebagai panutan.[5] Karakter bambu dipuji karena tidak gugur daun bahkan di musim dingin, tumbuh lurus, melambangkan integritas orang yang berilmu.[5] Anggrek dikagumi karena anggun dan harumnya lembut.[5] Persik yang bersemi di awal musim semi, di antara salju musim dingin yang masih tersisa mencerminkan kekuatan.[5] Sementara bunga seruni dapat bertahan sampai akhir musim gugur menjelang musim dingin mencerminkan keteguhan.[5]

Banyak lukisan sagunja yang menggambarkan bambu dan persik pada saat Korea sedang dalam keadaan perang akibat serbuan bangsa asing, menandakan para bangsawan mengekspresikan keteguhan dan prinsip mereka lewat karakter sagunja.[5]

Referensi

  1. ↑ Mullany, Francis (2006). Symbolism in Korean ink brush painting. Global Oriental. hlm. 325.
  2. ↑ (Inggris) The Four Gracious Plants[pranala nonaktif permanen], yoosfamily. Diakses pada 5 Juni 2011.
  3. ↑ (Inggris) Noble plants, human virtue, joongangdaily. Diakses pada 5 Juni 2011.
  4. ↑ (Inggris) Chang, Bal (1964). "Yi Dynasty Paintings/Academicians Vs. Gentlemen Painters". Korea Journal. 4 (3): 4–12.{{cite journal}}: |access-date= memerlukan |url=
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 An Illustrated Guide to Korean Culture - 233 traditional key words. Seoul: Hakgojae Publishing Co. 2002. hlm. 399-400. ISBN 89-8546-98-1.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: panjang
Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan