Kamis, 29 Oktober 2026
07:19 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sagu bakar

Sagu bakar

makanan pokok khas indonesia timur

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Desember 2022)
Wikifikasi
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
  • Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan.
  • Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
  • Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
  • Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak.
  • Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan.
  • Hapus tag/templat ini.
Infotaula de menjarSagu bakar
250px-Sagu_Bakar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asal
Negara asalIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Rincian
Jenismakanan Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamasagu Suntingan nilai di Wikidata

Sagu bakar merupakan camilan dari Ambon yang dinikmati untuk sarapan atau sore bersama secangkir kopi dan teh manis hangat. Makanan ini banyak sekali ditemui sekadar di seluruh Pulau Ambon, terutama pusat kota Ambon. Pada dasarnya, bahan sagu yang diolah adalah tepung yang kemudian melalui proses masak sesaat hingga akhirnya siap dinikmati dengan variasi parutan kelapa, gula merah, atau taburan saus coklat.[butuh rujukan]

Untuk membuat sagu bakar, proses yang dilalui cukup banyak. Namun, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya. Biasanya, ibu-ibu warga Ambon membuat sagu bakar pada dini hari dan saat matahari terbit Sagu Bakar pun sudah siap dijual di pasar. Mereka akan membuat sagu bakar lagi pada siang hari dan dijual saat sore hingga malam. Uniknya, sagu-sagu bakar yang ada di Ambon masih dimasak dengan cara tradisional yang diturunkan antar generasi.[butuh rujukan]

Prosesnya antara lain meliputi pengayakan tepung sagu sebanyak dua atau tiga kali. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tepung sagu yang benar-benar halus sehingga menghasilkan sagu bakar yang sempurna. Tahap berikutnya adalah memasukkan sagu ayakan tadi ke dalam cetakan sagu bakar yang sudah dipanaskan di atas bara api hingga mencapai level panas tertentu. Cetakan ini terbuat dari kayu dan uniknya proses pembakaran hanya melibatkan cetakannya saja, sedangkan untuk mematangkan tepung sagu mengandalkan panas yang tersimpan di kayu cetakan tersebut. Setelah tepung sagu masuk ke dalam cetakan kayu panas, maka tahap berikutnya adalah memasukkan bahan pelengkap seperti parutan kelapa atau gula merah ke dalam sisi dalam tepung yang sudah dibentuk sesuai cetakan. Lama menunggu proses “ungkep” tepung hingga siap dihidangkan kurang lebih sekitar 30 menit – 60 menit.[butuh rujukan]

Sagu Bakar yang sudah matang dapat langsung dikeluarkan dari cetakan dan disajikan di piring atau mangkuk. Tekstur Sagu Bakar yang matang dengan sempurna sekilas mirip dengan roti gandum. Rasanya pun manis legit dan sangat cocok dinikmati beserta minuman hangat seperti kopi atau teh manis sambil menikmati indahnya panorama Ambon yang dipenuhi pesisir pantai dan lautan biru nan indah.[1]

Referensi

  1. ↑ Kaya, Indonesia. "Eksotisme Ambon Dalam Citarasa Sagu Bakar : Kuliner - Situs Budaya Indonesia". IndonesiaKaya (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2020-03-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan