Rabu, 04 November 2026
09:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Saburō Kurusu

Saburō Kurusu

Bagikan:
Saburō Kurusu
250px-Saburo-Kurusu-in-Washington-7-Dec-1941.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kurusu pada December 1941
Lahir6 Maret 1886
Meninggal7 April 1954(1954-04-07) (umur 68)
PekerjaanDiplomat

Saburō Kurusu (来栖 三郎, Kurusu Saburō, 6 Maret 1886 - 7 April 1954) adalah seorang diplomat Jepang. Ia sekarang diingat sebagai seorang duta yang berupaya untuk menegosiasikan perdamaian dan pengertian terhadap Amerika Serikat ketika Jepang secara rahasia menyiapkan serangan Pearl Harbor.

Sebagai duta besar Kekaisaran Jepang untuk Jerman dari 1939 sampai November 1941, ia menandatangani Pakta Tripartit bersama dengan menteri luar negeri Jerman Nazi dan Fasis Italia pada 27 September 1940.

Biografi

Kurusu lahir di Prefektur Kanagawa pada 1883.[1] Ia lulus dari Kolese Komersial Tokyo (sekarang Universitas Hitotsubashi) pada 1909. Pada tahun berikutnya, ia masuk pelayanan diplomatik dan, pada 1914, untuk pertama kalinya datang ke Amerika Serikat sebagai Konsul Jepang di Chicago. Selama pelayanan enam tahunnya di Chicago, Kurusu menikah dengan Alice Jay Little.[2] Ia memiliki tiga anak, seorang putra yang bernama Ryō, dan seorang putri yang bernama Jaye yang keduanya lahir di Amerika Serikat; putri lainnya, Teruko Pia, lahir di Italia pada 1926. Kedua putrinya menikah dengan orang Amerika dan berpindah kembali ke Amerika Serikat.[3] Putra tunggalnya, Kapten Ryo Kurusu tewas dalam sebuah kecelakaan pada 1945. Kurusu tidak memiliki putra lainnya, meskipun sebuah surat kabar Amerika melaporkan "putranya, Kapten Makoto "Norman" Kurusu, tewas dalam sebuah pertempuran di Chiba."[4] Setelah kematian Saburo, Alice Kurusu mengangkat seorang putri.

Pengalaman pelayanan luar negeri awalnya meliputi jabatan-jabatan di Chili, Italia, Jerman dan Peru. Sebagai Konsul Jepang di Lima, Peru pada 1930, ia berupaya untuk menghindari kekerasan anti-Jepang dengan menawarkan pemukiman imigran Jepang di dataran tinggi pedesaan eketimbang di perkotaan Lima.[5] Kurusu dinaikkan pangkat menjadi direktur Biru Komersial Kantor Luar Negeri untuk menegosiasikan perjanjian perdagangan. Pada 1937, ia menjadi duta besar untuk Belgia, dan dua tahun kemudian, ia menjadi duta besar untuk Jerman. Pada 27 September 1940, Kurusu menandatangani Pakta Tripartit di Berlin sebagai perantara Kekaisaran Jepang, masuk dalam perjanjian ekonomi dan militer selama 10 tahun antara Jerman, Italia dan Jepang.[6]

330px-Nomura_and_Kurusu_27_November_1941.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Duta Besar Laksamana Nomura (kiri) dan Duta Khusus Kurusu setelah bertemu dengan Presiden Roosevelt di Gedung Putih (27 November 1941)

Ia meninggal pada usia 68 tahun.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Nussbaum, Louis Frédéric and Käthe Roth. (2005). Japan Encyclopedia, p. 580.
  2. ↑ Current Biography 1942, pp476-78
  3. ↑ "Nomura, Kurusu Still Maintain Innocence in Hawaii Attack," Long Beach Press Telegram, December 7, 1951, p29
  4. ↑ "Japs Announce Son of Kurusu Killed." Long Beach Press Telegram, March 4, 1945, p5
  5. ↑ Masterson, Daniel et al. (2004). The Japanese in Latin America: The Asian American Experience, p. 71.
  6. ↑ "Japan Joins Axis, U.S. Threatened", Oakland Tribune, September 27, 1940, p1

Bacaan tambahan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Saburō Kurusu.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan