Sabtu, 10 Oktober 2026
02:47 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Sabuk meningitis Afrika

Sabuk meningitis Afrika

Bagikan:
250px-Meningococcal_Meningitis_Range.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sabuk meningitis yang menunjukkan persebaran meningitis di Afrika.

Sabuk meningitis Afrika adalah sebuah kawasan di Afrika sub-Sahara dengan tingkat meningitis yang tinggi. Dari barat ke timur, kawasan ini terbentang dari Gambia, Senegal, Guinea-Bissau, dan Guinea, dan kemudian melintasi Mali, Burkina Faso, Ghana, Niger, Nigeria, Kamerun, Chad, Republik Afrika Tengah, Sudan, Sudan Selatan, Uganda, Kenya, Etiopia, hingga akhirnya mencapai Eritrea. "Sabuk" ini dihuni oleh sekitar 300 juta orang. Penduduk di kawasan ini tidak hanya terancam oleh meningitis,[1] tetapi juga penyakit-penyakit berbahaya lainnya, seperti malaria.

Negara yang paling terkena dampak meningitis di sabuk ini adalah Burkina Faso, Chad, Etiopia, dan Niger. Kasus di Burkina Faso, Etiopia, dan Niger mencakup sekitar 65% kasus meningitis di Afrika. Saat terjadi epidemi besar, 100 hingga 800 dari 100.000 orang dapat terserang oleh penyakit meningitis. Namun, di beberapa tempat, 1000 dari 100.000 orang dapat terserang meningitis. Selama terjadinya epidemi, anak kecil adalah kelompok yang paling sering tertular.[2]

Referensi

  1. ↑ "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-19. Diakses tanggal 2009-10-20.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
  2. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-29. Diakses tanggal 2018-05-14.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan