Rabu, 21 Oktober 2026
13:59 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

SM Nasimuddin SM Amin

Bagikan:

Tan Sri S.M. Nasimudin Amin (25 Januari 1955 – 1 Mei 2008) adalah seorang pengusaha asal Malaysia.[1] Dia merupakan pendiri sekaligus pemilik konglomerasi NAZA Group, yang meliputi bisnis otomotif, keuangan, properti, dan perkebunan.

Kehidupan

Nasimudin Amin adalah seorang Minangkabau yang memiliki minat besar terhadap industri otomotif. Ia sempat mengenyam bangku pendidikan di Sekolah Menengah Tuanku Muhammad, Kuala Pilah, Negeri Sembilan. Pada tahun 1974, ketika berusia 21 tahun, dia memiliki simpanan sebesar RM 80.000 dari hasil bekerja membantu ayahnya yang berprofesi sebagai kontraktor. Dari uang itu ia memulai bisnis otomotif dengan mengimpor mobil-mobil buatan Jepang. Dalam masa setahun berbisnis, ia berhasil memperoleh RM 1.000.000.

Ia memulai usahanya dengan membuka ruang pamer di Taman Maluri, Kuala Lumpur dan berhasil menjual 10 hingga 15 unit mobil sebulan. Pada tahun 1979, usahanya makin berkembang. Kemudian ia membuka cabang di Kampung Baru, Kuala Lumpur dan pada masa ini ia mampu menjual 40 hingga 60 buah mobil sebulan.

Sukses di industri otomotif, ia kemudian mengembangkan sayap ke berbagai sektor usaha, seperti distributor rokok, kredit dan leasing, rekayasa industri, hotel, asuransi, suku cadang, manufaktur, properti, layanan transportasi, dan perkebunan. Selain itu ia juga merupakan pemegang lisensi penjualan mobil Kia, Peugeot, dan Mazda di Malaysia, disamping sebagai importir terbesar untuk mobil-mobil mewah seperti Mercedes Benz.

Nasimudin merupakan pemegang 40% saham mobil nasional Proton. Dia sempat berniat akan mengembangkan Proton jika pemerintah Malaysia memberikan kontrol kepemilikan kepadanya.[2] Untuk itu maka ia siap menggelontorkan modal sebesar RM 1,2 miliar untuk pembangunan pabrik di Bertam, Penang.

Nasimudin juga merupakan pemilik TTDI Development, salah satu perusahaan real estat terkemuka di Kuala Lumpur. Pada bulan April 2008, dia mengembangkan bisnis makanan dengan mendirikan Bubba Gump Shrimp Co.

Pada tahun 2005, ia dituduh telah memonopoli izin impor mobil asing. Kontroversi ini sampai dibahas di dalam parlemen dan Perhimpunan Agung UMNO. Namun begitu, Mahathir Mohamad menyebutkan bahwa Nasimuddin merupakan satu contoh kesuksesan Dasar Ekonomi Baru (DEB) yang diterapkan pemerintahannya. Mahathir berkata bahwa Nasimuddin mempunyai pendekatan yang luar biasa bagi pengembangan usahanya. Bermula dengan menjual mobil impor dari Jepang, kemudian bekerjasama dengan perusahaan asing untuk menghasilkan dan menjual mobil buatan dalam negeri dengan merek sendiri.

Penghargaan

Atas jasa dan sumbangannya terhadap industri otomotif Malaysia, Nasimuddin dianugerahi gelar Panglima Setia Mahkota oleh Yang di-Pertuan Agong Malaysia, dan berhak menyandang titel Tan Sri di depan namanya. Pada tahun 2002, Nasimuddin terpilih sebagai Motoring Man of The Year oleh surat kabar News Straits Times. Selain itu ia juga memperoleh medali kehormatan atas jasa-jasanya mengembangkan industri otomotif dari duta besar Korea Selatan untuk Malaysia, Son Sang-Ha. Dia merupakan orang Malaysia pertama yang memperoleh penghargaan tersebut.[3]

Referensi

  1. ↑ Malaysia's who's who - Volume 1, Kasuya Management Sdn. Bhd, 2007
  2. ↑ A plan for Proton, The Star, 20 January 2007
  3. ↑ "Naza boss honoured". The Star. 7 Januari 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-05. Diakses tanggal 4 Mei 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Sumber

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan