Minggu, 01 November 2026
02:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
SMA Negeri 21 Surabaya

SMA Negeri 21 Surabaya

sekolah menengah atas di Kota Surabaya, Jawa Timur

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.
Artikel ini berisi ungkapan tidak jelas mengenai siapa yang berpendapat demikian sehingga menyulitkan verifikasi. Kalimat tersebut harus diperjelas atau dihapus. (Juni 2026)
Perhatian: Mohon untuk pihak sekolah ikut berpartisipasi mengembangkan artikel ini agar informasi yang disampaikan benar. Juni 2026
SMA Negeri 21 Surabaya
SMAN_21_Surabaya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=SMA_Negeri_21_Surabaya&revid=29373464&groups=_6331041f8b80b46d9aea9f34ccb7fe4e235e5c08&parser=parsoid
Informasi
Didirikan1966 (SPG)
1984 (beralih nama ke SMAN 21)
JenisSekolah Negeri
AkreditasiA[1]
Nomor Statistik Sekolah301056008259
Nomor Pokok Sekolah Nasional20532232
Kepala SekolahVivit Putri Puspitosari, M.Pd.
Jumlah kelas30 Kelas
Jurusan atau peminatanBahasa (BHS), Matematika dan Ilmu Alam (MIA), dan Ilmu-Ilmu Sosial (IIS)
Rentang kelasX1-10, XI1-10, XII BHS, XII MIA, XII IIS
KurikulumKurikulum 2013
Jumlah siswa±900
StatusSekolah Kawasan
Alamat
LokasiJl. Argopuro 11-15, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Tel./Faks.(031) 5350753
Situs webhttps://sman21sby.sch.id
Moto

Sekolah Menengah Atas Negeri 21 Surabaya, atau lebih dikenal dengan sebutan Slekoors merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di Surabaya.

SMA Negeri 21 Surabaya adalah sekolah rintisan menuju Sekolah Bertaraf Inter nasional yag sudah dimulai sejak tahun 2010/2011. Dalam kurun waktu beberapa tahun ini banyak pembenahan, pengembangan dan pemberdayaan yang sudah kami lakukan mencakup semua komponen sekolah baik sarana & prasarana serta kualitas sumber daya manusia agar standar untuk menjadi sekolah yang berwawasan global dapat terpenuhi.

Akreditasi

  • Nilai Akreditasi: 92.35[1]
  • Peringkat Akreditasi: A
  • Tanggal Penetapan: 28-Nov-2008

Sejarah

Sekolah Menengah Atas Negeri 21 Surabaya awalnya merupakan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang berdiri sejak tahun 1966. Pada tahun 1984 SPG ini beralih fungsi menjadi Sekolah Menengah Atas yang diberi nama Sekolah Menengah Atas Negeri 21 Surabaya.

Sekolah terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Dulu, karena keterbatasan ruang kelas. Maka terdapat kelas pagi dan siang. Namun, seiring berjalannya waktu dan target yang ingin di capai dalam pengembangan sekolah, maka sekitar tahun 2004/2005, hingga sampai saat ini terdapat 30 rombongan belajar mulai dari kompetensi IPA, IPS, dan BAHASA.

Kepala sekolah

Kepala sekolah yang pernah memimpin SMA Negeri 21 Surabaya

  • RM. Soemardjo (1966-1984) (saat masih menjadi SPG)
  • Makboel Notoprawiro (1984-1989)
  • Hj. Sri Tani Djoeremi (1989-1993)
  • Drs. H. Arifin Haryanto (1993-1997)
  • Hj. Yayak Kustiyah, S. Pd (1997-2002)
  • Drs. H. Ibnu Hadjar (2002-2005)
  • Drs. H. Nur Hasan, M. Pd (2005-2008)
  • Drs. F. A Nurseno, M. Pd (2008-2010)
  • Dra. Hj. Siti Laila, M. Pd (2010-2015)
  • Drs. Yatno Yuwono (2015-2019)
  • Hj. Endang Binarti, S.Pd, M.M.Pd (2019-2021)
  • Dra. Titik Hariani, MM (2021-2022)
  • Drs. Agus Setiawan, MM (2022-2024)
  • Dr. H. Romli, S.Pd, M.Pd (2024-2025)
  • Vivit Putri Puspitosari, M.Pd (2025-sekarang)

Fasilitas

Berbagai fasilitas dimiliki SMAN 21 Surabaya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Fasilitas tersebut antara lain:

Ekstrakulikuler

SMA Negeri 21 memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya;

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik sekolah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan