Rabu, 14 Oktober 2026
02:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Rustam Abdullah Sani

Rustam Abdullah Sani

Bagikan:
Rustam Abdullah Sani
Rustam Abdullah Sani
Rustam Abdullah Sani
Lahir12 Agustus 1944
Tanjung Malim, Perak, Malaysia
Meninggal23 April 2008(2008-04-23) (umur 63)
AlmamaterUniversiti Malaya, University of Kent, University of Yale.
Orang tuaAhmad Boestamam

Rustam Abdullah Sani (12 Agustus 1944 – 23 April 2008) adalah seorang politikus, sosiolog, ilmuwan politik, dan blogger asal Malaysia. Dia juga pernah menjabat sebagai wakil presiden Parti Rakyat Malaysia.[1]

Latar belakang

Rustam adalah seorang Minangkabau,[2] putra politikus terkemuka Ahmad Boestamam. Ia tumbuh dalam bayang-bayang ayahnya yang populer. Boestamam adalah seorang nasionalis Melayu dan pendiri partai politik Angkatan Pemuda Insaf serta Parti Rakyat Malaysia.

Rustam mengenyam pendidikan dasar di sekolah Kebangsaan Behrang Hulu, Tanjung Malim (1951-1955) dan pendidikan menengah di sekolah Methodist English School, Tanjung Malim (1956-1963) serta di Victoria Institution, (1963-1964). Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Universiti Malaya (1970). Rustam mendapatkan Diploma Sosiologi di University of Reading, Inggris (1973) dan sarjana Kajian Asia Tenggara di University of Kent, Inggris (1975). Ia juga memperoleh gelar sarjana sastra (1981) dan sarjana falsafah (1982) dalam bidang sosiologi politik di University of Yale. Pada 1991, ia mengikuti program kajian internasional tentang penyelesaian konflik di University of Uppsala, Swedia.

Kehidupan

Seperti ayahnya, Rustam merupakan penulis yang produktif dalam Bahasa Melayu dan Bahasa Inggris. Ia menulis sekitar 40 buah puisi yang diterbitkannya dalam antologi: Riak-riak Kecil (1977). Sebagian besar puisinya merupakan tanggapan, kesan, dan pengalamannya terhadap persoalan kemanusiaan. Pada tahun 1989, ia memenangkan Penghargaan Sastra Nasional.[3]

Kariernya di dunia tulis-menulis bermula ketika ia ditunjuk sebagai editor Oxford University Press (1970-1971). Kemudian ia menjadi penterjemah di Pusat Bahasa Universiti Malaya dan Universiti Kebangsaan Malaysia. Tahun 1984 ia diangkat sebagai ketua Antropologi dan Sosiologi serta Profesor Madya di Universiti Kebangsaan Malaysia. Ia juga menjadi pengarah penerbitan dan ketua editor di Institut Kajian Strategik dan Antarabangsa (ISIS) Malaysia. Pada tahun 1998, Rustam terpilih sebagai wakil presiden Persatuan Sains Sosial Malaysia.

Karya

  • Riak-riak Kecil: Kumpulan Puisi 1961-1974, 1977
  • Intelektualisme Melayu: Satu Polemik, 1989
  • Antropologi-Sosiologi di Indonesia dan Malaysia: Teori Pengembangan dan Penerapan, 1990
  • Falsafah Sosial, 1992
  • Politik dan Polemik Bahasa Melayu, 1993
  • Confidence Building and Conflict Reduction in the Pacific, 1993
  • Menjelang Reformasi: Kumpulan Rencana-rencana Akhbar 1997-1998, 2004
  • Bercanda dengan Mahathir, 2006
  • Failed Nation?: Concerns of a Malaysian Nationalist, 2008
  • Social Roots of the Malay Left: An Analysis of the Kesatuan Melayu Muda, 2008

Referensi

  1. ↑ The Star Online Politician, Scholar, Blogger: Rustam Sani dies Diarsipkan 2008-07-17 di Wayback Machine
  2. ↑ Luwuk Post, 28 Agustus 2009
  3. ↑ "Rustam Sani dies, aged 64". The Star. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-03. Diakses tanggal 2008-04-26.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan