Jumat, 25 September 2026
13:59 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara

Rusman Gunawan

Rusman Gunawan, juga dikenal sebagai Gun Gun, adalah tokoh asal Indonesia yang dipenjara karena "memfasilitasi dan membantu terorisme". Dia adalah adik dari kepala operasi Jemaah Islamiyah (JI), Hambali. Lahir di kota Cianjur, Jawa Barat, ia pindah ke Pakistan untuk melanjutkan studi agama di sebuah sekolah Islam (madrasah). Setelah lulus, ia pergi ke Afghanistan untuk berlatih di kamp pelatihan Al Ghuraba.

Dari tahun 1999 dia bertugas mengkoordinasikan kunjungan dari operasi JI di Asia Tenggara ke Afghanistan dan Pakistan.[1]

Selama tahun 2002, sementara ia belajar di Universitas Islam Abu Bakar di Pakistan, ia mengambil alih peran sebagai "perantara" untuk mengirim pesan surel antara al-Qaeda dan kakaknya, Hambali, yang pada waktu itu bersembunyi di Kamboja.[1]

Atas perintah pemerintah Amerika Serikat, ia ditangkap dengan enam mahasiswa Indonesia lainnya pada September 2003 di Karachi saat dia belajar di Universitas Islam Abu Bakar.[2]

Ia dibawa ke Indonesia di mana ia dijatuhi hukuman pada bulan Oktober 2004 dan divonis penjara empat tahun untuk "memfasilitasi dan membantu terorisme". Secara khusus, ia ditemukan telah mentransfer uang (dalam dolar Australia) yang digunakan untuk membiayai pengeboman Hotel Marriott 2003.[3]

Referensi

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan