Sabtu, 17 Oktober 2026
03:56 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Rusa kashmir

Rusa kashmir

Bagikan:
Rusa kashmir
250px-Cervus_cashmeerianus_Smit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Cervidae
Subfamili: Cervinae
Genus: Cervus
Spesies:
Subspesies:
C. h. hanglu
Nama trinomial
Cervus hanglu hanglu
Wagner, 1844

Rusa kashmir, juga disebut hangul (pelafalan dalam bahasa Kashmiri:[hãːɡul]), adalah sebuah subspesies rusa merah tarim yang ditemukan di hutan sungai dalam di lembah dan pegunungan Himalaya, India Utara, terutama di negara bagian Jammu dan Kashmir dan Himachal Pradesh. Di Lembah Kashmir, Jammu dan Kashmir, India, hewan tersebut biasanya ditemukan di Taman Nasional Dachigam dan Suaka Margasatwa Tral, tempat hewan tersebut menerima perlindungan, dan wilayah lainnay tempat hewan tersebut lebih menerima resiko.[3] Pada 1940an, populasinya berjumlah antara 3000 dan 5000 ekor, namun sejak penghancuran habitat, penggembalaan berlebihan oleh ternak domestik dan perburuan liar mengurangi populasi secara dramatis. Populasinya kini bertumbuh secara marginal menjadi 323 pada 2025 dari 197 pada 2004.[4] Hewan tersebut merupakan hewan negara bagian dari wilayah persatuan Jammu dan Kashmir, India.[5] Hewan tersebut adadalah satu-satunya sub-spesies Asiatik yang masih hidup dari famili rusa merah.[6]

Sebelumnya dianggap merupakan subspesies rusa merah (Cervus elaphus), sejumlah kajian genetik DNA mitokondrial kemudian menyatakan bahwa hangul adalah bagian dari klad Asia dari elk (Cervus canadensis).[7][8][9][10] Namun, IUCN dan American Society of Mammalogists memasukkannya dalam pengelompokan baru rusa merah asia tengah (Cervus hanglu), dengan rusa kashmir menjadi subspesies tipe (Cervus hanglu hanglu).

Referensi

  1. ↑ Brook, S.M.; Thakur, M.; Ranjitsinh, M.K.; Donnithorne-Tait, D.; Ahmad, K. (2017). "Cervus hanglu ssp. hanglu". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2017 e.T113259123A113281791. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-2.RLTS.T113259123A113281791.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. ↑ "{Census} Hangul population in J&K sees uptick, wildlife dept elated". Hindustan Times (dalam bahasa Inggris). 2023-08-19. Diakses tanggal 2023-11-11.
  4. ↑ "Endangered deer population rises in Valley". Hindustan Times (dalam bahasa Inggris). 2025-12-31. Diakses tanggal 2026-03-28.
  5. ↑ WANI, ARIF SHAFI (2023-01-16). "Hangul's disturbed corridors hampering its movement in Kashmir". Greater Kashmir (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-11-11.
  6. ↑ "What is the Kashmir Government Doing to Revive the Hangul Population?". The Wire. Diakses tanggal 2023-11-11.
  7. ↑ Brook, S.M.; Pluháček, J.; Lorenzini, R.; Lovari, S.; Masseti, M.; Pereladova, O. (2016). "Cervus canadensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T55997823A55997871. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T55997823A55997871.en.
  8. ↑ Randi, Ettore; Mucci, Nadia; Claro-Hergueta, Françoise; Bonnet, Amélie; Douzery, Emmanuel J. P. (2001). "A mitochondrial DNA control region phylogeny of the Cervinae: speciation in Cervus and implications for conservation". Animal Conservation. 4 (1): 1–11. Bibcode:2001AnCon...4....1R. doi:10.1017/s1367943001001019. S2CID 86572236.
  9. ↑ Pitra, Christian; Fickel, Joerns; Meijaard, Erik; Groves, P. Colin (2004). "Evolution and phylogeny of old world deer". Molecular Phylogenetics and Evolution. 33 (3): 880–895. Bibcode:2004MolPE..33..880P. doi:10.1016/j.ympev.2004.07.013. PMID 15522810.
  10. ↑ Groves, Colin (2006). "The genus Cervus in eastern Eurasia" (PDF). European Journal of Wildlife Research. 52 (1): 14–22. Bibcode:2006EJWR...52...14G. doi:10.1007/s10344-005-0011-5. S2CID 33193408. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-06-29. Diakses tanggal 2014-08-02.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik mamalia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan