

Rudraksa (Dewanagari: रुद्राक्ष; ,IAST: rudrākṣa, रुद्राक्ष) adalah biji kering dari buah pohon bermarga Elaeocarpus, misalnya ganitri atau Elaeocarpus ganitrus.[1] Biji-biji tersebut digunakan untuk keperluan keagamaan umat Hindu―sebagai kalung, gelang, atau aksesoris lainnya―terutama Hindu aliran Saiwa. Rudraksa terdapat sebagai biji buah yang berwarna biru sehingga kadangkala ia disebut pula "manik-manik blueberry".[2]
Dalam kepercayaan Hindu, rudraksa erat kaitannya dengan Dewa Siwa dan sering dipakai oleh umat-Nya untuk memperoleh perlindungan atau sebagai japamala (tasbih atau kalung ibadah) saat merapalkan mantra, misalnya Om Namah Shivaya (Dewanagari: ॐ नमः शिवाय; ,IAST: Om Namaḥ Śivāya, ॐ नमः शिवाय). Pada umumnya rudraksa sebagai aksesoris dan japamala dibuat di negara India, Indonesia, dan Nepal, serta dihargai seperti batu semi-mulia.[1] Rudraksa dapat mengandung kerutan yang disebut dengan istilah "muka" (मुख) dan beberapa orang mengaitkan antara jumlah muka di rudraksa dengan dewa-dewi tertentu.[3][4]
Referensi
- 1 2 Bhattacharyya, Bharati (2015). Golden Greens: The Amazing World of Plants (dalam bahasa Inggris). The Energy and Resources Institute (TERI). hlm. 21–25. ISBN 978-81-7993-441-8.
- ↑ Singh, B; Chopra, A; Ishar, MP; Sharma, A; Raj, T (2010). "Pharmacognostic and antifungal investigations of Elaeocarpus ganitrus (Rudrakasha)". Indian J Pharm Sci. 72 (2): 261–5. doi:10.4103/0250-474X.65021. PMC 2929793. PMID 20838538.
- ↑ Lochtefeld, James G. (2002). The Illustrated Encyclopedia of Hinduism: N–Z (dalam bahasa Inggris). Rosen. hlm. 576. ISBN 978-0-8239-3180-4.
- ↑ "Official Website of Sadhguru, Isha Foundation | India". isha.sadhguru.org. Diakses tanggal 2024-03-24.