Senin, 26 Oktober 2026
23:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Rudi Mantofani

seniman Indonesia

Bagikan:
Rudi Mantofani
Lahir1973
AlmamaterInstitut Seni Indonesia, Yogyakarta
PekerjaanPerupa

Rudi Mantofani (lahir di Padang, Sumatera Barat, tahun 1973) adalah seorang perupa kontemporer Indonesia. Ia bersama empat orang rekannya, yaitu Handiwirman Saputra, Jumaldi Alfi, Yunizar, dan Yusra Martunus, tergabung dalam Kelompok Seni Rupa Jendela (KSR Jendela) yang lahir dan berbasis di kota Yogyakarta, DIY.[1][2]

Pada suatu acara lelang yang diselenggarakan oleh Rumah Lelang Indonesia di Singapura, lukisan Rudi Mantofani yang beraliran kontemporer berhasil terjual seharga sekitar Rp 1,5 miliar, dan termasuk karya seni termahal yang dilelang pada acara yang juga menampilkan karya Affandi tersebut.[3]

Rudi Mantofani bersama 20 perupa Indonesia lainnya masuk dalam daftar 500 pelukis terlaris di dunia berdasarkan Top 500 Artprice 2008/2009 yang disusun oleh sebuah lembaga analis pasar perkembangan pasar seni rupa dunia, Artprice, yang berbasis di kota Paris, Prancis.[4]

Rudi Mantofani menempuh pendidikan menengah di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) di Kota Padang yang sekarang bernama SMK Negeri 4 Padang, dan menamatkan pendidikan tinggi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta).[5] Selain pelukis, Rudi Mantofani juga dikenal sebagai pematung.[6]

Referensi

  1. ↑ Jim Supangkat, CP Foundation, Museum Bank Indonesia (1 Januari 2005). "CP Biennale 2005: Urban/Culture". Kepustakaan Populer Gramedia. Diakses tanggal 17 Desember 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ https://www.christies.com/lot/lot-5753668. Diakses tanggal 2026-05-26.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  3. ↑ "Lukisan Mantofani Terjual Rp 1,5 Miliar di Singapura". ANTARA News. ANTARA News. Diakses tanggal 17 Desember 2013.
  4. ↑ Tim Indonesia Art News (25 Juli 2010). "Perupa terlaris di Indonesia Bertambah". Indonesia Art News. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-24. Diakses tanggal 22 Desember 2013.
  5. ↑ Dio Pamola Chandra (1 April 2012). "Kelompok Seni Rupa Jendela". Berita. Sakatoartcommunity.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-17. Diakses tanggal 22 Desember 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Sebuah Peralihan". Tempo.co. Koran Tempo. 1 September 2005. Diakses tanggal 17 Desember 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan