Selasa, 22 September 2026
07:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Robert Morrison

Robert Morrison

Robert Morrison
250px-Robert_Morrison_by_John_Richard_Wildman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Morrison karya John Wildman
Lahir(1782-01-05)5 Januari 1782
Meninggal1 Agustus 1834(1834-08-01) (umur 52)
PekerjaanMisionaris Protestan bersama London Missionary Society
Pasangan menikah
Mary Morrison (née Morton)
(m. 1809;meninggal 1821)
Eliza Morrison (née Armstrong)
(m. 1824)
Anak8, termasuk John Robert Morrison, George S. Morrison
Orang tuaJames Morrison
Hannah Nicholson
AgamaPresbiterian
GelarD.D.
Robert Morrison
Hanzi tradisional: 馬禮遜
Hanzi sederhana: 马礼逊
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Mǎ Lǐxùn
Robert Morrison
Hanzi tradisional: 羅拔・摩理臣[1]
Hanzi sederhana: 罗拔・摩理臣
Alih aksara
Yue (Kantonis)
- Jyutping: Lo4 Bat6 Mo1 Lei5 San4

Robert Morrison, FRS (5 January 1782 – 1 August 1834), adalah seorang misionaris Protestan berdarah Inggris-Skotlandia[2][3] yang dikirim ke Makau Portugis, Guangdong era dinasti Qing, dan Melaka Belanda, yang juga adalah seorang sinolog, leksikografer, dan penerjemah pionir yang dianggap sebagai "Bapak Sastra Inggris-Tionghoa".[4]

Morrison, seorang pengkhotbah Presbiterian, paling dikenal karena pekerjaannya di Tiongkok. Setelah pekerjaan selama dua puluh lima tahun, ia menerjemahkan seluruh Alkitab ke dalam bahasa Tionghoa dan membaptis sepuluh orang Tionghoa yang percaya, termasuk Cai Gao, Liang Fa, dan Wat Ngong. Morrison menjadi pionir dari penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Tionghoa dan merencanakan penyebarluasan Kitab Suci seluas mungkin, tidak seperti terjemahan Katolik Roma terdahulu yang tidak pernah diterbitkan.[5]

Morrison bekerja sama dengan misionaris lainnya yang hidup pada zaman itu, seperti Walter Henry Medhurst dan William Milne (para pencetak), Samuel Dyer (ayah mertua Hudson Taylor), Karl Gützlaff (linguis asal Prusia), dan Peter Parker (misionaris kedokteran pertama di Tiongkok). Ia melayani selama 27 tahun di Tiongkok dengan satu kali cuti pulang ke Inggris. Usaha-usaha misi yang ada di Tiongkok saat itu terbatas hanya pada Guangzhou (Kanton) dan Makau. Mereka berfokus pada penyebaran sastra di antara para pedagang, mempertobatkan beberapa orang, dan membangun dasar bagi karya pendidikan dan kedokteran lebih lanjut yang akan secara signifikan berdampak pada budaya dan sejarah dari bangsa tersebut. Namun, ketika Morrison ditanya beberapa saat setelah ketibaannyadi Tiongkok apakah ia berharap akan memberikan dampak rohani kepada orang-orang Tionghoa, ia menjawab, "Tidak Tuan, tetapi saya berharap Allah akan!"[6]

Misinya di Tiongkok

Morrison tiba di Guangzhou, Tiongkok pada tahun 1807.[7] Di sana, Morrison memerbaiki kemampuannya dalam berbahasa Tionghoa dengan dibantu oleh dua orang penduduk Cina pribumi yang beragama Katolik.[8] Pada saat Morrison datang, Cina sama sekali tertutup bagi orang-orang asing karena para penguasa itu terkena xenofobia.[7] Penguasa di Tiongkok pada saat itu, mencurigai dan takut berhubungan dengan orang asing.[7] Morisson menyadari kondisi itu sehingga dari Guangzhou ia menulis surat kepada LSM agar mereka dapat melakukan penginjilan dengan metode stepping stone.[7] Metode stepping stone adalah metode penginjilan dengan mendirikan basis penginjilan di perbatasan Cina Selatan dan pesisir selatan Asia.[8] Melalui metode ini, para misionaris belajar tentang orang-orang Tiongkok dari komunitas orang-orang Tiongkok yang berada di luar Tiongkok.[8]

250px-Morrison_at_work.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Robert Morrison dan beberapa orang Tiongkok menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Tionghoa

Karya-karyanya di Tiongkok

Karyanya di bidang bahasa

Di Guangzhou, Morrison juga bekerja sebagai juru bahasa untuk East India Company (ICP).[7] Ia juga membantu perusahaan dagang Inggris sebagai seorang alih bahasa.[7] Robert Morrison dan William Milne menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Tionghoa.[7][9] Proyek penerjemahan Alkitab ini, mereka selesaikan pada tahun 1819.[9] Ia juga menyusun kamus bahasa Tionghoa dari tahun 1815-1823.[7][9] Tidak hanya itu, Robert Morrison juga menerjemahkan katekismus singkat dari gereja Skotlandia dan sebagian buku doa gereja Inggris.[7]

Karyanya di bidang pendidikan

Morrison mempunyai visi yang besar dalam penginjilan, sehingga ia bersama William Milne mendirikan sekolah di Malaka yaitu Anglo-Chinese College.[7] Sekolah ini berhasil didirikan pada tahun 1820.[7] Mayoritas siswa sekolah ini adalah orang pribumi Tiongkok asli.[7] Kurikulumnya dibuat untuk tingkat pendidikan dasar.[7] Dalam 15 tahun pertamanya, 40 orang siswa berhasil menyelesaikan pendidikannya di sekolah ini dan 15 orang murid dibaptis.[7] Tujuan Morrison untuk mendirikan sekolah tersebut adalah untuk menjembatani antara kebudayaan Barat dengan kebudayaan Asia, khususnya kebudayaan Tionghoa.[10]

Kritik penginjil pada zamannya terhadap Morrison

Morrison juga mendapat kritikan dari penginjil pada zamannya, karena metode penginjilannya yang sangat menekankan penerjemahan Alkitab dan kurang menekankan pembaptisan.[8] Morison diremehkan karena ia baru bisa membaptis orang di Tiongkok 7 tahun setelah kedatangannya.[8] Hanya sepuluh orang yang berhasil dibaptis Morrison selama 25 tahun ia menginjili di sana.[8]

Referensi

  1. 香港東區街道故事・摩理臣山與摩理臣父子
  2. Wylie (1867), pp. 3–4
  3. "pioneering Scottish missionary Robert Morrison" (PDF). The Burke Library Archive. Columbia University Libraries. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 21 Desember 2012. Diakses tanggal 18 Agustus 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Thom, Robert (1840). Yishi Yuyan. Esop's Fables Written in Chinese by the Learned Mun Mooy Seen-Shang, and Compiled in their Present Form (With a free and literal translation) by His Pupil Sloth. Canton, China. hlm. Preface.
  5. Townsend (1890), appendix
  6. R. Li-Hua (2014). Competitiveness of Chinese Firms: West Meets East. Springer. hlm. 40. ISBN 9781137309303.
  7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 (Inggris) Scott W. Sunquist (ed.), A Dictionary of Asian Christianity. Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company, 2001. Hal 301-303.
  8. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) Samuel Hugh Moffet, A History of Christianity in Asia vol 2. New York: Harper Collins Publisher. 1992. Hal 289.
  9. 1 2 3 Anne Ruck. Sejarah Gereja Asia. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2006. Hal 137-138.
  10. Van Den End, Sejarah Gereja Asia. Yogyakarta: PPIP Dutawacana. 1988. Hal 34.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan