Selasa, 20 Oktober 2026
22:38 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Robert Henry Codrington

Robert Henry Codrington

Bagikan:
Robert_Henry_Codrington.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Robert Henry Codrington, tahun 1922.

Robert Henry Codrington (15 September 1830 – 11 September 1922),[1] adalah seorang pendeta Anglikan dan antropolog yang melakukan studi pertama tentang masyarakat dan budaya Melanesia. Karyanya masih dianggap sebagai salah satu karya klasik dalam etnografi.

Codrington menulis, "Salah satu tugas pertama seorang misionaris adalah mencoba memahami orang-orang di mana dia bekerja,"[2] dan dia sendiri mencerminkan komitmen yang mendalam terhadap nilai ini. Codrington bekerja sebagai kepala sekolah sekolah Melanesia Mission di Pulau Norfolk dari tahun 1867 hingga 1887.[1] Selama bertahun-tahun hidup dengan orang-orang Melanesia, ia mendapatkan pengetahuan mendalam tentang masyarakat, bahasa, dan kebiasaan mereka melalui hubungan dekat yang dijalinnya dengan mereka. Ia juga secara intensif mempelajari bahasa Melanesia, termasuk bahasa Mota.[1]

Karya

  • The Melanesian Languages. (1885). Oxford: Clarendon Press. (teks penuh dari Internet Archive).
  • The Melanesians: Studies in their Anthropology and Folk-Lore. (1891). Oxford: Clarendon Press. (teks penuh dari Internet Archive).
  • A Dictionary of the Language of Mota, Sugarloaf Island, Banks' Islands: With a short grammar and index. London: Society for Promoting Christian Knowledge.
  • "Melanesians." Encyclopaedia of Religion and Ethics. Ed. James Hastings. Edinburgh: T. & T. Clark, 8:529–38.

Referensi

  1. 1 2 3 Davidson, Allan K. "The Legacy of Robert Henry Codrington." International Bulletin of Missionary Research. Oct 2003, Vol. 27 Issue 4, p. 171-176. Teks penuh.
  2. ↑ The Melanesians. Robert Codrington.

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki karya asli dari atau mengenai:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan