Jumat, 09 Oktober 2026
03:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Robert Henry Codrington

Robert Henry Codrington

Bagikan:
Robert_Henry_Codrington.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Robert Henry Codrington, tahun 1922.

Robert Henry Codrington (15 September 1830 – 11 September 1922),[1] adalah seorang pendeta Anglikan dan antropolog yang melakukan studi pertama tentang masyarakat dan budaya Melanesia. Karyanya masih dianggap sebagai salah satu karya klasik dalam etnografi.

Codrington menulis, "Salah satu tugas pertama seorang misionaris adalah mencoba memahami orang-orang di mana dia bekerja,"[2] dan dia sendiri mencerminkan komitmen yang mendalam terhadap nilai ini. Codrington bekerja sebagai kepala sekolah sekolah Melanesia Mission di Pulau Norfolk dari tahun 1867 hingga 1887.[1] Selama bertahun-tahun hidup dengan orang-orang Melanesia, ia mendapatkan pengetahuan mendalam tentang masyarakat, bahasa, dan kebiasaan mereka melalui hubungan dekat yang dijalinnya dengan mereka. Ia juga secara intensif mempelajari bahasa Melanesia, termasuk bahasa Mota.[1]

Karya

  • The Melanesian Languages. (1885). Oxford: Clarendon Press. (teks penuh dari Internet Archive).
  • The Melanesians: Studies in their Anthropology and Folk-Lore. (1891). Oxford: Clarendon Press. (teks penuh dari Internet Archive).
  • A Dictionary of the Language of Mota, Sugarloaf Island, Banks' Islands: With a short grammar and index. London: Society for Promoting Christian Knowledge.
  • "Melanesians." Encyclopaedia of Religion and Ethics. Ed. James Hastings. Edinburgh: T. & T. Clark, 8:529–38.

Referensi

  1. 1 2 3 Davidson, Allan K. "The Legacy of Robert Henry Codrington." International Bulletin of Missionary Research. Oct 2003, Vol. 27 Issue 4, p. 171-176. Teks penuh.
  2. ↑ The Melanesians. Robert Codrington.

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki karya asli dari atau mengenai:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan