Kamis, 29 Oktober 2026
00:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Rithy Panh

Rithy Panh

Bagikan:
Rithy Panh
250px-Rithy_Panh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Panh Rithy

18 April 1964 (umur 62)
KewarganegaraanKamboja, Prancis
PendidikanInstitut des hautes études cinématographiques
PekerjaanSutradara
PenghargaanUn Certain Regard[1]
Penghargaan Albert Londres
Penghargaan Joseph Kessel
Situs webBophana: Audio Visual Resource Center – Cambodia
Artikel ini mengandung teks berbahasa Khmer. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan aksara Khmer.

Rithy Panh (bahasa Khmer:ប៉ាន់ រិទ្ធី; kelahiran 18 April 1964) adalah seorang sutradara dan penulis latar dokumenter Kamboja.

Film-film karya sutradara yang disekolahkan di Prancis tersebut berfokus pada akibat genosida rezim Khmer Merah di Kamboja.

Biografi

Kehidupan awal, melarikan diri dari Kamboja

Rithy Panh lahir di Phnom Penh. Ayahnya adalah seorang guru dan inspektur sekolah dasar.[2]

Keluarganya dan penduduk lainnya diusir dari ibu kota Kamboja pada 1975 oleh Khmer Merah. Keluarga Rithy selamat dari rezim tersebut, dan setelah ia ditinggalkan orangtuanya, saudara-saudaranya, dan kerabat-kerabat lainnya yang meninggal karena terlalu kebanyakan bekerja atau malagizi, Rithy melarikan diri ke Thailand pada 1979,[3] dimana ia tinggal selama suatu waktu di sebuah kamp pengungsian di Mairut.[2]

Filmografi

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Rosa Ellen (31 Mei 2013). "Rithy Panh: the director on Cannes glory and haunted life". The Phnom Penh Post. Diakses tanggal 4 Mei 2014.
  2. 1 2 Pahn, Rithy (1999). "Cambodia: a wound that will not heal". UNESCO Courier. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2007-07-05. Diakses tanggal 2007-07-14.
  3. ↑ Shankar, Lekha (2006-02-03). "Cambodian director talks about his work and the 'nuclear bomb' that struck his homeland". ThaiDay. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-03-01. Diakses tanggal 2007-07-14.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan