Selasa, 20 Oktober 2026
23:56 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Richard Henle

Richard Henle

Bagikan:
Richard Henle
Richard Henle
Lahir21 Juli 1863
Stetten dekat Haigerloch, sekarang bagian dari Haigerloch, Kerajaan Württemberg
Meninggal1 November 1897 (umur 34)
Zhangjiazhuang, Juye, Shandong, Tiongkok
Penyebab kematian
Dibunuh
Nama lainHanzi: 韩理加略; Pinyin: Hán Lǐjiālüè
PekerjaanMisionaris di Shandong
Masa aktif1890 hingga 1897
OrganisasiSerikat Sabda Allah
Dikenal karenaInsiden Juye
Orang tuaUlrich Henle

Richard Henle (Hanzi:韩理加略; Pinyin:Hán Lǐjiālüè, 21 Juli 1863 – 1 November 1897) adalah misionaris Katolik Jerman dari Serikat Sabda Allah di Shandong, Tiongkok selama dekade terakhir abad ke-19. Bersama dengan Franz Xaver Nies, dia merupakan salah satu dari dua misionaris yang terbunuh dalam Insiden Juye sehingga menyebabkan pendudukan Jerman di konsesi Teluk Kiautschou yang diikuti dengan akuisisi konsesi di Tiongkok oleh kekuatan asing lainnya.

Richard Henle bergabung dengan rumah misi Serikat Sabda Allah di Styl pada 8 Oktober 1880 dan ditahbiskan pada 15 Juni 1888 oleh Kardinal Fischer dari Cologne.[1] Dia memulai misinya ke Tiongkok tanggal 15 September 1890 melalui Swiss ke Genoa, kemudian dia naik kapal "Sachsen" ke Shanghai tanggal 30 September 1890.[1] Rute perjalanan samuderanya melewati terusan Suez, berhenti di Aden, Kolombo dan Sri Lanka, sebelum akhirnya tiba di Shanghai pada 5 November 1890.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Georg M. Stenz, Life of Father Richard Henle, S.V.D.: missionary in China: assassinated November 1, 1897, Mission Press, S.V.D., Techny, IL, 1915


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan