Senin, 02 November 2026
10:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Franz Xaver Nies

Franz Xaver Nies

Bagikan:
Franz Xaver Nies
Franz Xaver Nies
Franz Xaver Nies
Lahir11 Juni 1859
Meninggal1 November 1897 (umur 38)
Dinasti Qing Zhangjiazhuang, Juye, Shandong, Dinasti Qing
Penyebab kematian
Dibunuh
Nama lainHanzi: 能方济; Pinyin: Néng Fāngjì
PekerjaanMisionaris di Shandong
Masa aktif1885 hingga 1897
OrganisasiSerikat Sabda Allah
Dikenal karenaInsiden Juye

Franz Xaver Nies (Hanzi:能方济; Pinyin:Néng Fāngjì, 11 Juni 1859 – 1 November 1897) adalah misionaris Katolik Jerman dari Serikat Sabda Allah di Shandong, Tiongkok pada akhir abad ke-19. Bersama dengan rekan misionarisnya Richard Henle, dia terbunuh dalam Insiden Juye yang menyebabkan pendudukan Jerman di Konsesi Teluk Kiautschou dan diikuti oleh akuisisi konsesi di Tiongkok oleh kekuatan asing lainnya.

Franz Xaver Nies bergabung dengan Serikat Sabda Allah pada 7 Mei 1879, ditahbiskan sebagai imam oleh Uskup Roermond pada 7 Juni 1884 dan dikirim dalam rangka tugas misi ke Tiongkok pada 1 Januari 1885.[1]

Di kampung halamannya di Rehringhausen, sebuah jalan dinamakan Pater Franz Xaver Nies Weg yang diambil dari namanya.

Referensi

  1. ↑ Georg M. Stenz, Life of Father Richard Henle, S.V.D.: missionary in China: assassinated November 1, 1897, Mission Press, S.V.D., Techny, IL, 1915


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan