Kamis, 29 Oktober 2026
23:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Richard Henle

Richard Henle

Bagikan:
Richard Henle
Richard Henle
Lahir21 Juli 1863
Stetten dekat Haigerloch, sekarang bagian dari Haigerloch, Kerajaan Württemberg
Meninggal1 November 1897 (umur 34)
Zhangjiazhuang, Juye, Shandong, Tiongkok
Penyebab kematian
Dibunuh
Nama lainHanzi: 韩理加略; Pinyin: Hán Lǐjiālüè
PekerjaanMisionaris di Shandong
Masa aktif1890 hingga 1897
OrganisasiSerikat Sabda Allah
Dikenal karenaInsiden Juye
Orang tuaUlrich Henle

Richard Henle (Hanzi:韩理加略; Pinyin:Hán Lǐjiālüè, 21 Juli 1863 – 1 November 1897) adalah misionaris Katolik Jerman dari Serikat Sabda Allah di Shandong, Tiongkok selama dekade terakhir abad ke-19. Bersama dengan Franz Xaver Nies, dia merupakan salah satu dari dua misionaris yang terbunuh dalam Insiden Juye sehingga menyebabkan pendudukan Jerman di konsesi Teluk Kiautschou yang diikuti dengan akuisisi konsesi di Tiongkok oleh kekuatan asing lainnya.

Richard Henle bergabung dengan rumah misi Serikat Sabda Allah di Styl pada 8 Oktober 1880 dan ditahbiskan pada 15 Juni 1888 oleh Kardinal Fischer dari Cologne.[1] Dia memulai misinya ke Tiongkok tanggal 15 September 1890 melalui Swiss ke Genoa, kemudian dia naik kapal "Sachsen" ke Shanghai tanggal 30 September 1890.[1] Rute perjalanan samuderanya melewati terusan Suez, berhenti di Aden, Kolombo dan Sri Lanka, sebelum akhirnya tiba di Shanghai pada 5 November 1890.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Georg M. Stenz, Life of Father Richard Henle, S.V.D.: missionary in China: assassinated November 1, 1897, Mission Press, S.V.D., Techny, IL, 1915


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan