Rabu, 30 September 2026
22:18 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Ria Enes

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Ria Enes" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Ria Enes
Lahir
Wiwiek Suryaningsih

29 Juni 1968 (umur 58)
Pekerjaanpembawa acara, penyanyi, pendidik, pendongeng anak
Pasangan menikahRery Irarto
AnakAthala Rania Insyra
Athaya Raisa Insyra
Athasya Naila Insyra

Wiwiek Suryaningsih, dikenal secara profesional sebagai Ria Enes (lahir 29 Juni 1968) adalah seorang penyiar radio, penyanyi, pembawa acara, dan pendidik berkebangsaan Indonesia. Pada awal tahun 1990-an, ia berhasil meraih puncak popularitasnya di seluruh Indonesia bersama dengan bonekanya Suzan.

Penyiar radio

Terlahir dengan nama Wiwiek Suryaningsih, ia menempuh pendidikan di SMPN 2 Malang. Pada tahun 1987, setelah lulus dari SMAN 4 Malang, ia melanjutkan kuliahnya dan lulus pada tahun 1995 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Di sela-sela kesibukannya kuliah, ia bekerja sambilan sebagai penyiar radio di Carolina Surabaya. Hanya bertahan setahun, ia memilih pindah ke Radio Suzanna.

Di stasiun radio yang terletak dekat Taman Apsari (di Embong Kaliasin, Surabaya Pusat) itu, ia ditandemkan dengan penyiar senior yang lumayan populer, Bung Dino. Ria biasa mengudara pukul 14.00-15.00 WIB setiap hari Senin-Jum'at. Suatu ketika, Bung Dino tidak bisa masuk siaran karena sakit. Atas inisiatifnya sendiri, Ria kemudian mengudara solo dengan seolah-olah berbicara pada anak kecil. Kebetulan, ia bisa menciptakan suara anak-anak dari tenggorokannya. Anak kecil itu disebutnya Susan, diambil dari stasiun radio tempatnya bekerja.

Di luar dugaan, siaran perdananya bersama Susan itu mendapat respon positif, ditandai dengan banyaknya telepon yang masuk ke studio menanyakan anak kecil berkarakter centil, cerewet, nakal, dan celometan tapi cerdas dan menghibur itu. Akibatnya, Ria Enes mendapatkan kenaikan gaji lumayan besar.

Sukses menciptakan tokoh anak-anak, Ria kebanjiran tawaran off-air. Ketika tampil off-air itulah, ia membawa serta sebuah boneka yang dibelinya di sebuah toko mainan anak-anak di Tunjungan Plaza. Namun, sejak adanya Susan, nama Ria seolah kalah populer dibanding bonekanya, karena khayalak biasa lebih dulu menanyakan tentang Susan.

Penyanyi

Sukses off-air dan on-air di radio, seorang produser rekaman memintanya rekaman lagu anak-anak. Ria menyambut tawaran itu. Album perdananya Si Kodok meledak di pasaran pada tahun 1991. Berturut-turut setelah itu lahir album Kodok dan Semut, Susan Punya Cita-Cita, dll yang juga meledak. Lagu Susan Punya Cita-Cita yang dirilis tahun 1993 berhasil meraih HDX Award dengan kategori sebagai album terlaris kala itu. Antara tahun 1991-2004, ia telah meluncurkan 12 album.

Akibat semakin padatnya tawaran off-air, Ria tak bisa lagi bersiaran. Secara baik-baik, ia pamitan untuk mengakhiri kariernya di Radio Suzanna.

Sukses di belantika musik Tanah Air, Ria dan Susan kebanjiran tawaran membintangi sejumlah iklan produk. Meski demikian, Ria enggan tinggal di Jakarta, dan lebih memilih tetap tinggal di Surabaya, untuk menjaga kemurnian logat Jawa Timurannya.

Pembawa acara

Tawaran mengasuh berbagai acara juga diterima dari berbagai stasiun televisi. Salah satunya SCTV yang mengontraknya sampai 3 tahun untuk acara Pesta Anak. Sempat pula tampil di TPI dalam acara Lenong Bocah.

Kemudian, setelah bertahun-tahun menghilang dari layar kaca, Ria Enes akhirnya kembali ke layar kaca melalui acara Pesta Sahabat Makin Cakep yang tayang di RTV.[1]

Kehidupan pribadi

Pada tanggal 14 November 1997, ia menikah dengan Rery Irarto, seorang pengusaha dan produser musik yang memiliki Trapessium Band, sebuah grup musik yang cukup terkenal di Surabaya.

Setelah 3 kali keguguran, Ria Enes akhirnya melahirkan anak sulungnya Athala Rania Insyra (lahir 29 Juli 2000). 2 anak menyusul kemudian, yakni Athaya Raissa Insyra (lahir 11 Februari 2004) dan Athasya Naila Insyra (lahir 23 Juni 2006).

Aktivitas terkini

Ria Enes kini lebih banyak bergelut di dunia pendidikan, melalui lembaga pendidikan Dunia Susan yang didirikannya pada tahun 1994 di sebuah ruko di Darmo Park II (di Dukuh Pakis, Surabaya Barat). Awalnya, Dunia Susan hanyalah sanggar seni. Namun karena respon positif dari masyarakat, Ria menaikkan statusnya sebagai taman kanak-kanak.

Di TK tersebut, ia juga melibatkan orang tua murid untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar agar memantau perkembangan anak. Jika mendapat tawaran show di Surabaya dan sekitarnya, Ria mengajak serta murid-muridnya, untuk melatih keberanian mereka di depan umum.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan