Selasa, 20 Oktober 2026
10:16 WIB
TERKINI
Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau
Revolusi Batavia

Revolusi Batavia

Bagikan:
330px-Krayenhoff_Daendels_1795.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan Patriot, 18 Januari 1795.

Revolusi Batavia (bahasa Belanda:De Bataafse Revolutie) adalah sebuah pergolakan politik, sosial, dan kultural pada akhir abad ke-18 yang menandai berakhirnya Republik Belanda dan terjadinya proklamasi Republik Batavia. Periode sejarah Belanda yang mengikuti revolusi tersebut disebut sebagai "era Batavia-Prancis" (1795–1813) meskipun rentang waktunya hanya 20 tahun, di mana tiga di antaranya berada di bawah pendudukan Prancis.

Latar belakang

250px-Exercitiegenootschap_Sneek_by_Hermanus_van_der_Velde.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Milisi Sneek.

Sampai dengan akhir abad ke-18, Belanda menemukan diri mereka dalam krisis ekonomi yang dalam, yang disebabkan oleh Perang Anglo-Belanda Keempat yang menghancurkan.[1] Seperti di sebagian besar Eropa, rakyat Belanda semakin tidak puas dengan rezim otoriter stadtholder, William V. Selama masa ini, bank-bank Republik Belanda menguasai sebagian besar modal dunia. Bank-bank yang dibiayai pemerintah memiliki hingga 40% dari utang negara Britania Raya. Konsentrasi kekayaan ini (dan hubungan yang dimiliki pemerintah dengan Wangsa Stuart) menyebabkan terbentuknya Patriot Belanda oleh seorang bangsawan Belanda kecil bernama Joan Derk van der Capellen tot den Pol. Mereka berusaha mengurangi kekuasaan yang dimiliki oleh stadtholder.

Referensi

  1. ↑ De Vries and Van der Woude, p. 126

Pranala luar

Bacaan lebih lanjut

  • Klein, S.R.E. (1995) Patriots Republikanisme. Politieke cultuur in Nederland (1766-1787).
  • Leeb, I.L. (1973) The Ideological Origins of the Batavian Revolution.
  • Verweij, G. (1996) Geschiedenis van Nederland. Levensverhaal van zijn bevolking.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan