Kamis, 08 Oktober 2026
18:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Retroviridae

Retroviridae

keluarga virus

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Retroviridae
250px-Hiv_gross.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Skema retrovirus HIV saat menginfeksi sel, produksi virus, dan struktur virus
Klasifikasi virus Sunting klasifikasi ini
(tanpa takson): Virus
Dunia: Riboviria
Kerajaan: Pararnavirae
Filum: Artverviricota
Kelas: Revtraviricetes
Ordo: Ortervirales
Famili: Retroviridae
Subfamili dan genus[1]

Retroviridae merupakan famili virus yang terdiri dari satu benang tunggal RNA. Setelah menginfeksi sel, virus tersebut akan membentuk replika DNA dari RNA-nya dengan menggunakan enzim reverse transcriptase.

Retroviridae terdapat pada kera-kera kecil, atau kera besar seperti gorila atau simpanse yang ada di benua Afrika, serta orangutan yang ada di Sumatra dan Kalimantan.

Golongan

Retrovirus diklasifikasikan menjadi tiga keluarga: Onkovirus, Lentivirus, dan Spumavirus.[2] Retrovirus juga diklasifikasikan berdasarkan tipe morfologinya di mikroskop elektron sebagai tipe A, tipe B, tipe C, dan tipe D. Virus tipe A bertunas secara intraseluler, baik ke dalam sitoplasma atau di dalam retikulum endoplasma, tidak dianggap menular, dan memiliki inti yang bercahaya elektron. Ini adalah virus endogen dan beberapa spesies hewan memiliki ribuan salinan virus tipe A ini dalam DNA kromosomnya. Fungsinya masih belum diketahui. Virus tipe B memiliki inti yang eksentrik dan virus tumor payudara secara eksklusif memiliki struktur ini. Virus-virus ini ada sebagai virus endogen dan eksogen pada beberapa hewan dan bila diekspresikan dapat menyebabkan tumor payudara. Virus tipe C memiliki inti pusat yang padat elektron, dan sebagian besar virus oncovirus dan virus endogen termasuk dalam jenis ini. Virus tipe D memiliki inti berbentuk batang dan Lentivirus termasuk jenis ini.

Oncornaviruses

Ada empat jenis ornocavirus yang terdapat pada non human primata(ordo) (NHP) yaitu Simian T-lymphotropic virus (STLV), Gibbon ape leukemia virus (GaLV), Simian sarcoma virus, dan Simian retrovirus Type D (SRV). Simian T-lymphotropic virus (STLV) sangat mirip dengan Human T-cell leukemia virus (HTLV) yang banyak sekali terdapat di Asia, Afrika maupun Amerika. Meskipun kasus kejadiannya tidak banyak, HTLV dapat menyebabkan leukemia pada sel T dewasa atau lymphoma pada manusia yang terinfeksi. Selain itu, strain virus HTLV I juga berkaitan dengan tropical spastic paraparesis yaitu suatu gangguan saraf yang langka. Hal yang sangat mengkhawatirkan, saat ini telah diketahui bahwa HTLV ternyata berasal dari STLV purba yang menular antar spesies yang berbeda. Bahkan sebuah survei yang dilakukan oleh Verschoor et al. (1998) terhadap 143 orangutan di Kalimantan Tengah menunjukkan adanya dua ekor orangutan yang terinfeksi oleh virus HTLV I. Dengan demikian, peluang virus golongan ini untuk menginfeksi manusia semakin besar. Gibbon ape leukemia virus (GaLV) juga dapat mengakibatkan leukemia meskipun hewan yang dijangkiti masih tampak sehat. Virus ini dapat berpindah antar spesies. Simian sarcoma virus, yang kemungkinan merupakan mutan dari GaLV diketahui menginfeksi monyet wooly yang serumah dengan gibbon. Simian retrovirus Type D (SRV) terdiri dari beberapa jenis virus. Virus ini biasanya menyerang monyet dan menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Namun, monyet yang terserang virus ini tetap terlihat sehat. Antibodi terhadap retrovirus tipe D telah dilaporkan pada 2 dari 247 orang yang sehari-hari berhubungan dengan primata non manusia.

Lentivirus

Salah satu golongan lentivirus yang amat berbahaya adalah Simian immunodeficiency virus (SIV). Virus ini berkerabat erat dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus HIV 1 berasal dari strain SIV simpanse. Sedangkan virus HIV 2 berasal dari SIV sooty mangabeys. Ada sejumlah besar monyet Afrika baik yang liar maupun tangkapan yang terinfeksi oleh SIV. Jenis strainnya berbeda-beda, sesuai dengan jenis spesiesnya. Sebagian besar hewan yang terinfeksi oleh virus ini, tetap terlihat sehat. Primata Asia bukanlah induk semang alami dari SIV. Dengan demikian, apabila terkena SIV, primata Asia (termasuk orangutan) akan sangat mudah mengalami penurunan kekebalan tubuh. Saat ini ada 0.06% (2 dari 3123) manusia yang biasa bekerja dengan primata yang terinfeksi oleh virus ini. Satu di antara kedua orang tersebut selanjutnya menunjukkan hasil uji serologi yang negatif, tetapi yang lainnya tetap positif. Namun mereka berdua tidak menunjukkan gejala penyakit.

Spumaviruses

Spuma virus yang terdapat pada primata adalah Simian Foamy Virus (SFV). Virus ini banyak ditemukan pada primata dunia baru maupun lama. Ada 3,7% atau 11 dari 296 orang yang biasa berhubungan dengan primata telah terinfeksi oleh virus ini.

Bacaan lanjutan

Heunggongvirae
Peploviricota
Herviviricetes
Uroviricota
Caudoviricetes
Loebvirae
Hofneiviricota
Faserviricetes
Sangervirae
Phixviricota
Malgrandaviricetes
Shotokuvirae
Cossaviricota
Mouviricetes
Papovaviricetes
Quintoviricetes
Cressdnaviricota
Arfiviricetes
Repensiviricetes
Trapavirae
Saleviricota
Huolimaviricetes
Orthornavirae
Duplornaviricota
Chrymotiviricetes
Resentoviricetes
Vidaverviricetes
Kitrinoviricota
Alsuviricetes
Flasuviricetes
Magsaviricetes
Tolucaviricetes
Lenarviricota
Allassoviricetes
Amabiliviricetes
Howeltoviricetes
Miaviricetes
Negarnaviricota
Chunqiuviricetes
Milneviricetes
Monjiviricetes
Yunchangviricetes
Ellioviricetes
Insthoviricetes
Pisuviricota
Duplopiviricetes
Pisoniviricetes
Stelpaviricetes
Incertae sedis
Pararnavirae
Artverviricota
Revtraviricetes
Incertae sedis
Bamfordvirae
Nucleocytoviricota
Megaviricetes
Pokkesviricetes
Preplasmiviricota
Maveriviricetes
Tectiliviricetes
Helvetiavirae
Dividoviricota
Laserviricetes
  1. ↑ "Virus Taxonomy: 2018b Release". International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) (dalam bahasa Inggris). Maret 2019. Diakses tanggal 16 Maret 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Cloyd, Miles (1996). Human retroviruses. -: Medical Microbiology. 4th edition. hlm. 62. ISBN -.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: panjangPemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan