Selasa, 13 Oktober 2026
10:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Retnodhoemilah

Bagikan:

Retnodhoemilah merupakan surat kabar yang terbit di Yogyakarta pada akhir abad ke-18. Nama surat kabar ini agak unik dan menggelikan sebagai nama sebuah koran. Namun, surat kabar ini bukan surat kabar tentang perempuan.[1]

Menurut buku Seabad Pers Kebangsaan, 1907–2007, Retnodhoemilah merupakan surat kabar yang menjadi sarana bagi para pendiri bangsa untuk menggalang kesatuan. Di sinilah mula-mula Wahidin Soediro Hoesodo, Dr Soetomo, dan Wignjohadjo duduk sebagai redaktur.[1][2]

Koran ini terbit dua kali seminggu, yakni pada hari Selasa dan Jumat kecuali pada hari raya. Di Hindia Belanda, harga langganan surat kabar ini setiap tahun adalah f5. Adapun harga langganan untuk Eropa dalam setengah tahun adalah f7.[1]

Surat kabar ini tak berumur panjang. Pada 1909, surat kabar ini berhenti terbit.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Seabad Pers kebangsaan, 1907–2007 (Edisi Cet. 1). Jakarta: I:Boekoe. 2007. hlm. 23–25. ISBN 978-979-1436-02-1. OCLC 289071007.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Okezone (2017-02-08). "Dr Wahidin Soedirohoesodo, Pelopor Jurnalistik di Masa Pergerakan : Okezone Nasional". Diakses tanggal 2021-09-05.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan