Rabu, 21 Oktober 2026
12:16 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Reservatum ecclesiasticum

Reservatum ecclesiasticum

Bagikan:
500px-Peace-of-augsburg_1555.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perwakilan negara-negara Jerman di Konferensi Augsburg sedang merundingkan akhir perang agama.

Reservatum ecclesiasticum (reservasi keuskupan) adalah asas yang dimasukkan ke dalam Perdamaian Augsburg tahun 1555 untuk menyeimbangkan asas utama cuius regio, eius religio. Asas reservatum ecclesiasticum hanya berlaku di negara-negara keuskupan. Di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh pangeran atau adipati yang diwariskan turun temurun, asas cuius regio, eius religio ("siapa memerintah, agamanya dianut") menyatakan bahwa agama rakyat akan ditentukan oleh agama penguasanya. Apabila asas yang sama diberlakukan di wilayah keuskupan (seperti wilayah yang dikuasai oleh seorang pangeran-uskup atau biarawan), seorang uskup yang pindah agama menjadi Lutheran akan membuat seluruh bawahannya menjadi Lutheran juga. Namun, asas reservatum ecclesiasticum mencegah hal ini: apabila seorang uskup menjadi Lutheran, ia dianggap mundur dari jabatannya dan akan digantikan oleh seorang Katolik. Asas ini dimasukkan ke dalam Perdamaian Augsburg atas kehendak kaisar. Walaupun asas ini tidak didukung oleh perwakilan Protestan,[1] mereka memutuskan untuk tidak memveto asas ini dan sebagai gantinya mendapat asas declaratio Ferdinandei yang melindungi ksatria dan kota Protestan, termasuk di wilayah yang diatur oleh asas reservatum ecclesiasticum.[2]

Pada tahun 1583, asas reservatum ecclesiasticum ditentang oleh Uskup Agung-Elektor Köln Gebhard Truchsess von Waldburg yang pindah agama menjadi penganut Kalvinisme. Peristiwa ini memicu Perang Köln. Walaupun didukung oleh Republik Belanda dan Elektorat Pfalz, ia pada akhirnya dikalahkan oleh pengganti Katoliknya, Ernst dari Bayern, yang didukung oleh saudaranya Wilhelm V, Adipati Bayern, serta oleh Raja Felipe II dari Spanyol. Kemenangan Ernst telah menegakkan asas reservatum ecclesiasticum.

Asas ini terus ditentang oleh kaum Protestan. Setelah Matthias menjadi Kaisar Romawi Suci yang baru, kanselirnya Melchior Klesl ingin membubarkan persekutuan-persekutuan agama (Uni Protestan dan Liga Katolik) dan menyatukan semua orang di bawah kendali kaisar.[3] Majelis Uni Protestan di Rothenburg ob der Tauber pada Maret 1613 menanggapinya dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan bubar selama Liga Katolik masih berdiri dan mereka juga ingin agar aspirasi-aspirasi mereka dipenuhi, termasuk pencabutan reservatum ecclesiasticum.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Parker, Geoffrey. The Thirty Years' War, hlm. 17. ISBN0-415-12883-8
  2. ↑ Joachim Whaley (2012) Germany and the Holy Roman Empire: Volume I: Maximilian I to the Peace of Westphalia, 1493-1648. ISBN978-0-19-154752-2
  3. ↑ Parker, hlm. 30.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan