Selasa, 27 Oktober 2026
04:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Republik Ezo

Republik Ezo

Bekas negara republik berumur pendek di Hokkaido pada 1869

Bagikan:
Republik Ezo
蝦夷共和国 Ezo Kyōwakoku
1868–1868
Secara harfiah, "Segel Gubernur Jenderal Hokuitō (Hokkaido)" (北夷島總督印).  Digunakan oleh Enomoto Takeaki selama periode Republik Ezo Ezo
Secara harfiah, "Segel Gubernur Jenderal Hokuitō (Hokkaido)" (北夷島總督印). Digunakan oleh Enomoto Takeaki selama periode Republik Ezo
Lokasi Republik Ezo
Lokasi Republik Ezo
StatusNegara dengan pengakuan terbatas
Ibu kotaHakodate
Bahasa umumJepang, Ainu
PemerintahanRepublik presidensial
Presiden 
• 1869
Enomoto Takeaki
Wakil Presiden 
• 1869
Matsudaira Tarō
Era SejarahBakumatsu
• Didirikan
27 Januari 1869 [K.J. 15 Desember 1868] 1868
• Dibubarkan
27 Juni 1869 1868
Didahului olehDigantikan oleh
Keshogunan Tokugawa
ksrKekaisaran
Jepang
Sekarang bagian dari Jepang

Republik Ezo (蝦夷共和国, Ezo Kyōwakoku) adalah negara berumur pendek yang didirikan pada tahun 1869 oleh bagian dari bekas Tokugawa di pulau Ezo, sekarang dikenal sebagai Hokkaido. Ezo terkenal sebagai pemerintah pertama yang mencoba melembagakan demokrasi di Jepang, meskipun pemungutan suara hanya diizinkan untuk kasta samurai. Republik Ezo hanya ada selama 5 bulan.

Setelah kekalahan pasukan Keshogunan Tokugawa dalam Perang Boshin (1868–1869), salah satu bagian dari angkatan laut shogun yang dipimpin Laksamana Enomoto Takeaki lari ke pulau Ezo di utara, bersama dengan beberapa ribu tentara dan sekelompok penasehat militer Prancis serta pemimpin mereka, Jules Brunet.

Pada 25 Desember 1868, mereka mendirikan sebuah negara republik yang merdeka bernama Republik Ezo. Negara ini menganut model yang diadopsi dari Amerika Serikat, dan Enomoto dilantik sebagai presiden. Ini adalah pemilu pertama yang pernah dilaksanakan di Jepang. Para penguasa Republik Ezo berupaya untuk memperoleh pengakuan internasional, tetapi gagal.

250px-Hakodate_Magistrate%27s_Office_1868.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aula pemerintahan Republik Ezo di Goryōkaku, sebelumnya adalah kantor Hakodate bugyō

Pada masa musim dingin, mereka memperkuat pertahanan mereka di sepanjang semenanjung selatan di Hakodate, di mana di tengahnya terdapat benteng Goryokaku.

Tak lama kemudian tentara kekaisaran berhasil mengkonsolidasikan kekuasaan mereka di Jepang daratan, dan pada April 1869 mengirimkan satu armada dan satu pasukan infantri yang berjumlah 7.000 orang ke Ezo. Mereka maju dengan cepat dan menang dalam Pertempuran Hakodate. Goryokaku kemudian dikelilingi pasukan kekaisaran. Enomoto memutuskan untuk menyerahkan diri pada 18 Mei 1869 dan menerima kekuasaan Kaisar Meiji.

Enomoto dipenjara hingga tahun 1872 dan menerima jabatan sebagai pejabat pemerintah di Badan Pertanahan Hokkaido. Ia kemudian menjadi duta besar Jepang untuk Rusia dan menjabat dalam beberapa jabatan kementerian dalam pemerintah Meiji.


Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan