Sabtu, 17 Oktober 2026
22:40 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Rencana Z

Rencana pembangunan Angkatan Laut Jerman sebelum Perang Dunia II

Bagikan:

Rencana Z adalah nama yang diberikan untuk rencana pengembangan senjata dan penambahan kapal Kriegsmarine yang diperintahkan oleh Adolf Hitler pada awal 1939. Armada hasil proyek itu dimaksudkan untuk menantang kekuatan Angkatan Laut Britania Raya, dan akan selesai pada tahun 1948. Pengembangan rencana ini dimulai pada tahun 1938, tetapi mencerminkan evolusi pemikiran strategis Oberkommando der Marine (Komando Tinggi Angkatan Laut) selama dua dekade setelah Perang Dunia I. Rencana tersebut menyerukan armada yang berpusat pada sepuluh kapal tempur dan empat kapal induk yang dimaksudkan untuk melawan Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Kekuatan ini akan dilengkapi dengan sejumlah kapal penjelajah jarak jauh yang akan menyerang kapal-kapal Inggris. Sejumlah kecil kapal selam U-boat juga diwajibkan.

Proyek ini dimulai pada Januari 1939 dengan perhitungan perang melawan Britania Raya baru akan dapat berkobar pada 1945. Kapal-kapal dalam Rencana Z antara lain kapal tempur berukuran 56.000 ton yakni Bismarck dan Tirpitz yang beratnya 42.000 ton, tiga kapal perang berukuran 31.000 ton (Deutschland, Admiral Scheer dan Graf Spee) yang lazim disebut kapal perang saku (Panzerschiff), dua kapal induk (salah satunya adalah Graf Zeppelin), lima kapal penjelajah berat (Hipper, Blucher, Prinz Eugen, Seydlitz dan Lutzow). Di samping itu, ada pula 44 kapal penjelajah ringan, 68 kapal perusak, 90 perahu torpedo, dan 249 kapal selam (yang terkenal sebagai U-Boot).

Latar belakang

250px-Light_Cruiser_Emden_in_China_1931_crop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Emden, kapal perang pertama Jerman yang dibangun setelah Perang Dunia I

Setelah berakhirnya Perang Dunia I, angkatan bersenjata Jerman dilucuti dan dibatasi berdasarkan Perjanjian Versailles. Untuk Reichsmarine yang menggantikan Kaiserliche Marine, mereka hanya diperbolehkan untuk menggunakan 6 kapal tempur pra-dreadnought, 6 kapal penjelajah ringan tua, 12 kapal perusak, dan 12 perahu torpedo. 2 kapal tempur pra-dreadnought, 2 kapal penjelajah, 4 kapal perusak dan perahu torpedo diperbolehkan untuk disimpan di pasukan cadangan.[1] Kapal pertama yang dibangun setelah perang adalah kapal penjelajah Emden yang dibangun pada 1920an. Ini kemudian disusul oleh 3 kapal penjelajah kelas Königsberg: Königsberg, Karlsruhe, dan Köln beserta 2 kapal penjelajah hasil modifikasi Königsberg yakni Leipzig dan Nürnberg.[2] Saat yang sama, Jerman mendirikan perusahaan tiruan, NV Ingenieurskantoor voor Scheepsbouw (IvS), di Belanda untuk mengembangkan kapal selam secara rahasia.[3] Tindakan ini melanggar Pasal 191 Perjanjian Versailes yang melarang Jerman untuk membangun dan/atau memiliki kapal selam untuk tujuan apapun.[4] IvS membangun kapal selam untuk beberapa angkatan laut asing, termasuk Gür untuk Angkatan Laut Turki yang didasari oleh U-Boot Tipe I dan Vesikko untuk Angkatan Laut Finlandia yang berdasarkan U-Boot Tipe II.[5]

Referensi

  1. ↑ Gardiner & Chesneau, hlm. 218. sfn error: tanpa target: CITEREFGardiner_&_Chesneau (bantuan)
  2. ↑ Gardiner & Chesneau, hlm. 229–231. sfn error: tanpa target: CITEREFGardiner_&_Chesneau (bantuan)
  3. ↑ Rössler, hlm. 88. sfn error: tanpa target: CITEREFRössler (bantuan)
  4. ↑ Treaty of Versailles, Part V, Section II, Article 191
  5. ↑ Rössler, hlm. 98–99. sfn error: tanpa target: CITEREFRössler (bantuan)

Bacaan lanjutan

  • Breyer, Siegfried (1996). Der Z-Plan. Wölfersheim-Berstadt, DE: Podzun Pallas Verlag. ISBN 3-7909-0535-6.
  • Hillgruber, Andreas (1974). "England's Place In Hitler's Plans for World Dominion". Journal of Contemporary History. 9: 5–22. doi:10.1177/002200947400900101.
  • Nolte, Maik (2005). "... mit Anstand zu sterben verstehen.": Flottenrüstung zwischen Tirpitzscher Tradition, strategischer Notwendigkeit und ideologischem Kalkül 1933 - 1943. Tönning, DE: Der Andere Verlag.
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan