Senin, 12 Oktober 2026
17:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Renaisans Benggala

Renaisans Benggala

Gerakan reformasi sosial, budaya dan agama akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-20 di Bengal

Bagikan:
250px-A_marble_bust_of_Dwarakanath_Vidyabhushan_at_Harinabhi_school.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Renaisans Benggala adalah gerakan reformasi sosial pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 di wilayah Benggala pada masa kolonial Britania. Renaisans Benggala bermula pada Raja Ram Mohan Roy dan berakhir pada Rabindranath Tagore.

Renaisans Benggala adalah gerakan reformasi sosial pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 di wilayah Benggala pada masa kolonial Britania. Renaisans Benggala bermula pada Raja Ram Mohan Roy (1775-1833) dan berakhir pada Rabindranath Tagore (1861-1941). Benggala pada abad ke-19 merupakan campuran dari unsur religius, reformasi sosial, sastra, jurnalisme, orator patriotik dan ilmuwan yang bergabung membentuk citra renaisans, dan menandai transisi dari abad pertengahan ke zaman modern.[1]

Catatan kaki

  1. ↑ Sumit Sarkar, "Calcutta and the Bengal Renaissance", in Calcutta, the Living City ed. Sukanta Chaudhuri, Vol I, p. 95.

Pranala luar

Tokoh


Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan