Kamis, 29 Oktober 2026
07:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Reichsdorf

Bagikan:

Desa kekaisaran (Reichsdörfer, tunggal Reichsdorf) adalah komponen paling kecil di Kekaisaran Romawi Suci.[1] Desa ini memiliki status Reichsfreiheit dan tidak memiliki penguasa lain selain Kaisar Romawi Suci, tetapi tidak memiliki Status Imperii. Akibatnya, mereka tidak memiliki perwakilan di Dewan Kekaisaran dan juga tetap berada di luar lingkaran kekaisaran. Meskipun begitu, warganya dianggap sebagai orang-orang yang bebas.[2]

Desa-desa kekaisaran (yang merupakan peninggalan demesne kerajaan pada masa kekuasaan Wangsa Hohenstaufen) terletak di wilayah selatan dan barat Jerman dan Alsace.[2] Pada awalnya terdapat 120 desa, tetapi jumlahnya sudah berkurang drastis pada periode modern awal. Pada masa Reichsdeputationshauptschluss (reformasi kekaisaran terakhir pada tahun 1803), hanya lima desa kekaisaran yang tersisa: Gochsheim, Sennfeld, Leutkirche Heide, Soden dan Sulzbach. Desa-desa ini telah mempertahankan status bebas mereka selama berabad-abad tanpa mengangkat senjata, sehingga menjadi "saksi 'yuridifikasi' Kekaisaran secara progresif".[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Whaley 2012, hlm. 44: "the most minuscule and least significant independent entities of the Reich".
  2. 1 2 3 Whaley 2012, hlm. 44.

Daftar pustaka

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan