Selasa, 06 Oktober 2026
12:26 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan

Reich Keempat

Bagikan:

Reich Keempat (bahasa Jerman:Viertes Reich) adalah gagasan untuk kekaisaran Jerman di masa mendatang yang dalam teori sebagai penerus dari Jerman Nazi (1933-1945). Istilah Reich Ketiga awalnya dibuat oleh Arthur Moeller van der Bruck dalam judul bukunya pada tahun 1923, Das Dritte Reich dan digunakan oleh Nazi untuk tujuan propaganda untuk mensahkan rezimnya sebagai negara penerus dari Reich Pertama (Kekaisaran Romawi Suci, 962-1806) dan Reich Kedua (Kekaisaran Jerman, 1871-1918). Selebihnya, istilah Reich Pertama dan Reich Kedua tidak pernah dipakai oleh para sejarawan.

Istilah "Reich Keempat" dipakai dalam berbagai sudut pandang. Beberapa neo-Nazi menggunakan istilah ini untuk mendeskripsikan kembalinya Jerman Nazi yang mereka cita-citakan. Istilah ini juga digunakan untuk merendahkan seperti yang dipakai oleh para pencetus teori persekongkolan untuk mengacu pada maksud-maksud tersembunyi dalam kelanjutan paham Nazi dan oleh para kritikus yang menganggap bahwa Jerman memiliki peran besar di Uni Eropa.

Neo-Nazisme

Di dalam istilah di neo-Nazisme, Reich Keempat dibayangkan dengan menampilkan keunggulan bangsa Arya, antisemitisme, Lebensraum, militarisme yang agresif dan totalitarianisme. Dalam pembentukan Reich Keempat, neo-Nazi Jerman mengusulkan bahwa Jerman harus memiliki senjata nuklir sebagai gertakan untuk mengembangkan kembali batas-batas Jerman seperti pada tahun 1937.[1]

Berdasarkan pamflet terbitan David Myatt pada awal 1990an[2] banyak neo-Nazi yang percaya bahwa kebangkitan Reich Keempat di Jerman akan memuluskan jalan untuk membentuk Kekaisaran Barat, sebuah kekaisaran dunia bangsa Arya yang mencakup semua daratan yang sebelumnya dihuni oleh orang-orang keturunan Eropa (seperti Eropa, Russia, Anglo-Amerika, Australia, Brasil, Selandia Baru dan Afrika Selatan).[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Schmidt, Michael The New Reich—Violent Extremism in Germany and Beyond, 1993.
  2. ↑ Tulisan Myatt termasuk 14 pamflet dalam serial Thormynd Press National-Socialist Series, yang mana diterbitkan ulang oleh Liberty Bell Publications (Reedy, Virginia) pada tahun 1990an dan essay-essay seperti Towards Destiny: Creating a New National-Socialist Reich [diarsipkan di https://web.archive.org/web/20040712101315/http://www.geocities.com/myattns/newreich.html] dan konsitusi mengenai Reich Keempat' [archived at https://web.archive.org/web/20041208070520/http://www.geocities.com/myattns/cons_reich.html]
  3. ↑ Goodrick-Clarke, Nicholas Black Sun: Aryan Cults, Esoteric Nazism, and The Politics of Identity New York: 2002--N.Y. University Press, Lihat Chapter 4 and 11 untuk informasi lebih lanjut untuk "Kekaisaran Barat" yang diusulkan.

Bibliografi

  • Infield, Glenn. Secrets of the SS (Stein and Day, New York, 1981) ISBN 0-8128-2790-2
  • Schultz, Sigrid. Germany Will Try It Again (Reynal & Hitchcock, New York, 1944)
  • Tetens, T.H. The New Germany and the Old Nazis (Random House, New York, 1961) LCN 61-7240
  • Wechsberg, Joseph. The Murderers Among Us: The Simon Wiesenthal Memoirs (Mc Graw Hill, New York, 1967) LCN 67-13204
  • Marrs, Jim (2008). The Rise of the Fourth Reich. New York: William Morrow. ISBN 9780061245589.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan