Senin, 02 November 2026
02:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Rehob

Rehob

Bagikan:
Rehob
Tel Rehov
250px-Ktovet_recov_AA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Mosaik Rehob" dari Khirbet Farwana/Horvat Parva dekat Tel Rehov
Rehob di Israel
Rehob
Letak di peta Israel
Koordinat32°27′26″N 35°29′54″E / 32.457125°N 35.498242°E / 32.457125; 35.498242

Rehob (juga Rehov), yang berarti "luas", "tempat lebar",[1] adalah kota Zaman Perunggu dan Zaman Besi yang terletak di Tel Rehov (bahasa Ibrani:תל רחוב‎), sebuah situs arkeologi di Lembah Yordan, Israel, kira-kira 5 kilometer (3,1 mi) selatan kota Beit She'an dan 3 kilometer (1,9 mi) di sebelah barat Sungai Yordan.

Sejarah

Situs ini merupakan salah satu gundukan kota kuno yang terbesar di Israel, dengan area permukaan seluas 120,000 meter persegi (1.291,67 sq ft), dibagi menjadi "Kota Atas" (40,000 meter persegi (430,56 sq ft)) dan "Kota Bawah" (80,000 meter persegi (861,11 sq ft)). Penemuan arkeologis tertua berkaitan dengan peternakan lebah yang ditemukan di Rehov.[2] Rehov adalah kota bersama orang Israel dan orang Kanaan, dengan perkiraan populasi 2.000 jiwa.

Arkeologi

250px-Rehov_Mosaic_Replica-20.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pahatan menorah Tel Rehov

Penggalian arkeologi telah dilakukan di Rehov sejak tahun 1997 dipimpin oleh direktur Amihai Mazar, Profesor pada Institut Arkeologi Universitas Ibrani di Yerusalem, dan dengan sponsor utama John Camp.

Lapisan Zaman Besi II situs ini telah muncul sebagai komponen sangat penting dalam arus perdebatan mengenai kronologi Kerajaan Bersatu Israel. Data penting juga muncul mengenai pemukiman Zaman Perunggu Awal, Zaman Perunggu Akhir dan abad pertengahan di situs ini.

Pada tahun 2013, tim penelitian melaporkan penemuan sebuah bangunan yang mungkin adalah rumah nabi Elisa.[3]

Sarang lebah kuno

Pada bulan September 2007 dilaporkan penemuan 30 sarang lebah utuh dan sisa-sisa 100-200 lebih yang bertarikh pertengahan abad ke-10 SM sampai awal abad ke-9 SM oleh para arkeolog di reruntuhan Rehov.[4] Sarang lebah adalah bukti industri maju madupenghasil peternakan lebah (apiculture) 3000 tahun yang lalu di kota ini, yang diperkirakan memiliki populasi sekitar 2000 warga pada waktu itu, baik orang Israel dan Kanaan. Sarang lebah, itu terbuat dari jerami dan tanah liat yang belum dibakar, yang ditemukan dalam barisan teratur 100 sarang lebah.[5] Sebelumnya, referensi untuk madu dalam teks-teks kuno dari wilayah tersebut (seperti ungkapan "negeri susu dan madu" dalam Alkitab Ibrani) dipikirkan merujuk hanya kepada madu yang berasal dari kurma dan buah ara; penemuan-penemuan ini menunjukkan bukti produksi komersial madu lebah dan lilin lebah.

Selain sarang lebah, sisa-sisa lebah dan larva serta kepompong lebah juga ditemukan. Pada tahun 2010, dengan menggunakan DNA dari sisa-sisa lebah yang ditemukan di situs, peneliti mengidentifikasi lebah-lebah itu sebagai suatu subspesies, mirip dengan lebah Anatolia, yang sekarang hanya ditemukan di Turki. Adalah mungkin bahwa rentang habitat lebah telah berubah, tetapi lebih mungkin bahwa penduduk Tel Rehov mengimpor lebah-lebah ini karena mereka kurang agresif dibandingkan lebah lokal dan memberikan hasil madu yang lebih baik (tiga sampai delapan kali lebih tinggi dari lebah Israel asli).[6]

Pendukung pengetahuan arkeologi meliputi bukti-bukti impor lain di Rehov dari negeri-negeri Mediterania timur; kemudian dokumentasi Mesir mengenai transfer lebah dalam vas tembikar atau sarang lebah yang dapat dipindah-pindah; dan prasasti Asyur dari abad ke-8 SM membuktikan bahwa lebah itu telah dibawa dari Pegunungan Taurus di selatan Turki ke tanah Suhu - jaraknya kira-kira sama antara Taurus dan Rehov (400 kilometer (250 mi)).[6][7]

Sarang lebah ditentukan tarikhnya melalui penanggalan karbon-14 radiokarbon di Universitas Groningen di Belanda, menggunakan bahan organik (gandum yang ditemukan di samping sarang lebah).

Ezra Marcus dari University of Haifa, mengatakan temuan itu merupakan sekilas pandang peternakan lebah kuno yang dikenal dari teks-teks di Timur Dekat dan seni kuno. Praktik keagamaan dibuktikan oleh sebuah altar yang dihiasi dengan patung-patung dewa kesuburan yang ditemukan di samping sarang-sarang lebah.[8][9][10]

Sinagoge kuno

Reruntuhan sebuah sinagoge kuno telah ditemukan oleh para arkeolog bersama-sama sebuah prasasti abad ketujuh, sebagian trotoar, mosaik yang berisi rincian hukum-hukum agama Yahudi mengenai persepuluhan dan Tahun Sabat.[11] Ini ditemukan di tanah Kibbutz Ein HaNetziv.

Referensi

  1. ↑ Avraham Negev; Shimon Gibson (Juli 2005). Archaeological encyclopedia of the Holy Land. Continuum International Publishing Group. hlm. 434. ISBN 978-0-8264-8571-7. Diakses tanggal 3 Oktober 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Oldest known archaeological example of beekeeping discovered in Israel". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-17. Diakses tanggal 2018-10-17.
  3. ↑ Tel Rehov House Associated with the Biblical Prophet Elisha
  4. ↑ Friedman, Matti (September 4, 2007), "Israeli archaeologists find 3,000-year-old beehives" in USA Today, Retrieved 2010-01-04
  5. ↑ Mazar, Amihai and Panitz-Cohen, Nava, (December 2007) It Is the Land of Honey: Beekeeping at Tel Rehov Diarsipkan 2010-07-02 di Wayback Machine Near Eastern Archaeology, Volume 70, Number 4, ISSN 1094-2076
  6. 1 2 Bloch, Guy; et al. (Juni 2010). "Industrial apiculture in the Jordan valley during Biblical times with Anatolian honeybees". Proceedings of the National Academy of Sciences. 107 (25): 11240–11244. doi:10.1073/pnas.1003265107. PMC 2895135. PMID 20534519. Diakses tanggal 2010-10-30.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ SIEGEL-ITZKOVICH, JUDY (2010-06-24). "Biblical buzz". The Jerusalem Post. Diakses tanggal 2014-08-05.
  8. ↑ Friedman, Matti. "Archaeologists Discover Ancient Beehives." Associated Press. 7 September 2007.
  9. ↑ "Hebrew University excavations reveal first Biblical period beehives in 'Land of Milk and Honey'". Beth-Shean Valley Archaeological Project Tel Rehov Excavations. Hebrew University of Jerusalem Institute of Archaeology. September 2, 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-04-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Tel Rehov Reveals the First Beehives in Ancient Near East." Anthropology.net. 4 September 2007. Diarsipkan 2007-09-11 di Wayback Machine
  11. ↑ The permitted villages of Sebaste in the Rehov Mosaic

Pranala luar

  • Penggalian Tel Rehov - halaman termasuk informasi relawan, laporan awal dan galeri gambar.
  • "Sarang lebah Tel Rehov" (SourceFlix Productions) - dua menit klip video tentang penemuan industri sarang lebah di Tel Rehov, yang diproduksi oleh sebuah kelompok film dokumenter independen, dan termasuk wawancara singkat dengan Dr. Amihai Mazar, direktur penggalian Tel Rehov.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan