Rabu, 21 Oktober 2026
14:31 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Reformasi Prusia

Reformasi Prusia

rangkaian reformasi konstitusional, birokrasi, dan militer di Kerajaan Prusia (1807–1815)

Bagikan:
250px-Portr%C3%A4t_des_Freiherrn_Karl_vom_und_zum_Stein_als_preu%C3%9Fischer_Minister.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karl Freiherr vom und zum Stein
250px-F%C3%BCrst_Hardenberg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karl August von Hardenberg

Reformasi Prusia (bahasa Jerman: Preußische Reformen) atau Reformasi Stein-Hardenberg (bahasa Jerman:Stein-Hardenbergsche Reformen) merujuk pada rangkaian reformasi yang diprakarsai pada tahun 1807–1815 yang meletakkan dasar bagi transformasi Prusia dari negara absolut berstruktur feodal dan agraris menjadi negara nasional dan industri yang terilhami Pencerahan.

Runtuhnya Prusia pada tahun 1806/1807 akibat kekalahan dalam Pertempuran Jena–Auerstedt serta dilanjutkannya Perjanjian Tilsit memaksa Raja Friedrich Wilhelm III untuk melancarkan reformasi. Pembaruan ini diprakarsai oleh para menterinya, Karl Freiherr vom und zum Stein dan Karl August von Hardenberg, sebagai sebuah "revolusi dari atas". Pilar pertama dari pembaruan ini meliputi pembebasan petani, kesetaraan hak-hak warga negara, otonomi pemerintah kota melalui perwakilan rakyat yang dipilih, penataan ulang administrasi negara melalui menteri-menteri bidang yang bertanggung jawab, penerapan kebebasan berusaha, serta emansipasi kaum Yahudi. Pilar kedua mencakup reformasi pendidikan yang dipimpin oleh Wilhelm von Humboldt. Ia memperbarui sistem pendidikan berlandaskan nilai-nilai humanisme, menerapkan kewajiban sekolah umum, dan mendirikan Universitas Berlin. Pilar ketiga adalah reformasi militer yang diprakarsai oleh Gerhard von Scharnhorst, August Neidhardt von Gneisenau, dan Hermann von Boyen. Mereka memodernisasi Angkatan Darat Prusia, menghapuskan hukuman fisik bagi prajurit, dan memperkenalkan sistem wajib militer umum.

Dalam kajian ilmu sejarah, Reformasi Prusia secara umum dinilai berhasil. Reformasi ini tidak hanya memungkinkan terjadinya Perang Pembebasan tahun 1813–1815 melawan Napoleon, tetapi juga menciptakan fondasi bagi berlangsungnya Revolusi Maret pada tahun 1848–1849.[1]

Referensi

  1. ↑ Nipperdey, Thomas (1983). Deutsche Geschichte 1800–1866. Bürgerwelt und starker Staat. München: Verlag C.H. Beck. hlm. 33–68. ISBN 978-3-406-09354-8.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan